Oleh: Amalia Husna

Identitas Film
Judul : Wonder
Pemilik / Sutradara : Stephen Chbosky
Penulis Skenario : Stephen Chbosky, Steve Conrad, Jack Thorne ( Adaptasi dari Novel R.
J. Palacis )
Pemain Utama : Jacob Trenbly, Julia Roberts, Owen Wilson
Penerbit / Produksi : Lionsgate (Amerika Serikat)
Tahun : 2017
Durasi : 113 Menit

Bhaskara.id – “Wonder” adalah sebuah kisah yang menggetarkan hati, tentang keberanian untuk tampil apa adanya di dunia yang sering menilai dari penampilan. Film ini membawa penonton
menyelami kehidupan seorang anak luar biasa yang memulai langkah besar menuju
dunia baru—penuh tantangan, kejutan, dan pelajaran tentang arti sesungguhnya dari
penerimaan. Lewat sudut pandang yang hangat dan manusiawi, Wonder mengajak kita
melihat bahwa keajaiban sejati tidak selalu datang dalam wujud yang kita harapkan, tapi
selalu bisa ditemukan dalam empati, ketulusan, dan cinta tanpa syarat.

Film ini menceritakan Auggie Pullman seorang anak yang terlahir dengan kondisi fisik
wajah yang berbeda, sehingga ia menjadi pusat perhatian dimanapun ia berada. Hal ini semakin kompleks ketika ia harus bersekolah dan menghadapi stigma dunia luar atas kondisi fisiknya. Meskipun Auggie Pullman adalah anak yang cerdas dan ceria tak jarang ia kerap mendapatkan banyak tatapan aneh dan perlakuan tidak menyenangkan yang datang dari teman sekolahnya yang tidak menyukai kehadiran Auggie. Disisi lain, Auggie memiliki Isabel dan Nate sebagai orang tua yang sangat mendukung dan peduli untuk melindungi Auggie yang sering mendapatkan perlakuan tidak adil.

Auggie Pullman yang menjadi pusat gravitasi cerita, sesosok anak yang tidak hanya menantang dunia luar, tetapi juga mengajak kita menantang cara pandang kita sendiri terhadap “perbedaan”. Isabel dan Nate Pullman, sebagai orang tua, yang bukan hanya hadir sebagai sosok pelindung, tapi juga sebagai teladan cinta tanpa syarat. Kehangatan mereka membungkus film dengan rasa aman, bahkan di saat dunia tak lagi ramah. Via Pullman, sebagai kakak Auggie, ia menyimpan kedalaman emosi yang jarang terlihat dipermukaan. Melalui matanya, kita belajar bahwa terkadang orang yang terlihat paling
kuat adalah yang paling kesepian. Tokoh-tokoh teman sekolah Auggie menggambarkan
dinamika sosial anak-anak jujur, kasar, berubah, dan akhirnya tumbuh. Mereka adalah
cermin masa-masa kita kecil atau bahkan saat ini.

Wonder tidak sekadar menyuguhkan kisah seorang anak dengan kondisi fisik berbeda.
Lebih dari itu, film ini menelusuri lorong-lorong perasaan manusia tentang keberanian
untuk tampil apa adanya, tentang dunia yang sering melihat dari kulit luar, dan tentang
hati yang perlahan belajar menerima.

Kelebihan Film
Wonder unggul dalam menghadirkan kisah yang hangat dan penuh empati, tanpa
berlebihan. Penokohan yang kuat dan berlapis, membuat tiap karakter terasa nyata dan
mudah dikenali. Alur yang lembut namun menyentuh, memungkinkan penonton dari
berbagai usia untuk terhubung secara emosional.

Visual dan tata musik yang lembut mendukung suasana hati tanpa mengganggu,
sementara dialog yang jujur dan alami memperkuat pesan film tentang keberanian dan
penerimaan. Dialog yang disajikan sederhana, namun sarat akan makna. Tanpa harus
berpuisi, film ini mampu menyentuh lewat kata-kata yang mengalir alami, seperti
percakapan sehari-hari, tapi mengendap lama di hati. Film ini juga berhasil menyentuh
topik sensitif dengan cara yang ringan tapi bermakna, menjadikannya inspirasi bagi
penonton muda dan dewasa.

Kekurangan Film
Meski kuat secara emosional, alur film terkadang terasa cukup linear dan terduga,
sehingga bagi penonton yang mencari dinamika cerita penuh kejutan, Wonder mungkin
terasa agak datar. Beberapa subplot juga kurang digali lebih dalam lagi, terutama kisah
dari tokoh pendukung yang sebenarnya punya potensi. Selain itu, bagi sebagian
penonton, nuansa yang sangat “manis” dan sentimental mungkin terasa terlalu “aman”
atau klise, tanpa banyak tantangan baru dalam genre drama keluarga. Selain itu,
beberapa bagian terasa terlalu idealis dan penyelesaian konflik terlalu cepat dan usai.
Tempo cerita di tengah film ini juga sedikit lambat.

Kesimpulan
Wonder adalah film yang inspiratif, menghibur dan syarat akan makna. Melalui alurnya
yang mengalir lembut namun menyentuh, dimulai dari langkah awal Auggie memasuki
sekolah umum untuk pertama kalinya. Dari sana, cerita berkembang bukan hanya dari
sudut pandang Auggie, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Dengan cara ini, Wonder tidak
hanya bercerita, tapi juga mengajak kita berjalan di sepatu setiap karakternya. Ini bukan
kisah penuh ledakan konflik, tapi justru dalam kesederhanaannya, tersimpan kekuatan
yang menghentak emosi.

Rekomendasi
Wonder ini sangat cocok untuk penonton yang menghargai kisah – kisah dengan nilai
kemanusiaan tinggi dan pesan moral yang jelas. Film ini menjadi cermin bagi keluarga,
guru, dan anak-anak yang ingin belajar tentang keberanian, empati, dan pentingnya
penerimaan tanpa prasangka. Namun, bagi penonton yang menginginkan cerita dengan
ketegangan tinggi atau plot twist, film ini mungkin kurang menggugah secara dramaturgi.
Bagi yang terbuka untuk kehangatan dan kejujuran cerita, Wonder lah pilihan terbaik
untuk menawarkan pengalaman yang menyentuh hati.