Oleh Asti Calista Dewi

– IDENTITAS FILM

Judul Film : Rumah untuk Alie

Sutradara : Herwin Novianto

Penulis Skenario : Lottati Mulyani

Pemeran Utama : Anantya Kirana, Rizky Hanggono, Ratu Tika Bravani

Produksi : Falcon Pictures

Tahun : 2025

Durasi : ± 93 menit

– SINOPSIS

Bhaskara.id – Rumah untuk Alie merupakan film drama keluarga yang diangkat dari novel laris karya Lenn Liu. Dikisahkan, Alie merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Dirinya adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga itu yang seharusnya lebih mendapatkan perhatian. Namun alih-alih mendapatkan kasih sayang, nasib Alie justru berbeda. Dia bahkan harus menjadi kambing hitam atas kematian sang Ibu dalam kecelakaan yang juga melibatkan Alie.

Dia menghadapi tuduhan sebagai penyebab kematian sang Ibu yang tidak ia sengaja akibat bermain handphone ketika ibunya mengendarai mobil, sehingga menjadi sasaran kemarahan Ayah dan kakak-kakaknya. Tekanan yang diberikan oleh keluarganya sendiri itupun lantas membuat Alie tersiksa baik secara fisik maupun emosional. Tak terhitung lagi berapa banyak luka di tubuh Alie akibat perundungan dari sang Ayah serta saudaranya lakukan. Tak hanya di rumah, Alie juga menjadi korban bullying dan penolakan dari teman-temannya di sekolah.

Luka tersebut memang terkadang cepat kering, namun tidak akan pernah sembuh. Bahkan, di hati Alie juga merasakan luka dalam akibat cacian dan makian yang ia dapatkan. Walaupun begitu, jauh di dalam lubuk hati Alie, dia tidak pernah membenci keluarganya melainkan hanya sedikit meminta belas kasihan kepada ayah dan kakak-kakaknya untuk menerima semua kesalahan yang telah ia perbuat. Alie berharap bahwa

suatu hari ia bisa merasakan cinta, kasih sayang, dan “rumah” yang benar-benar hangat serta aman tanpa syarat.

– KELEBIHAN FILM

Film ini berani mengangkat tema yang sangat sensitif yaitu kekerasan dan bullying dalam keluarga, hal yang sering tabu dan jarang diperlihatkan secara gamblang di layar lebar.

Akting pemeran utama Anantya Kirana tergolong kuat dan tulus, banyak penonton dan kritikus menilai ia berhasil menghidupkan karakter Alie dengan emosi yang menyentuh, sehingga penonton bisa merasakan penderitaan dan perjuangannya.

Film ini mampu menghadirkan suasana pilu yang mendalam, visual, atmosfer, dan narasi emosionalnya sangat mendukung tema penderitaan dan harapan. Sehingga bisa menyentuh empati penonton dan memunculkan persepsi tentang pentingnya kasih sayang dan penerimaan di dalam keluarga.

Film Rumah untuk Alie banyak menyimpan pesan sosial bahwa rumah seharusnya jadi tempat aman, penuh cinta dan kekerasan di dalam rumah bisa sama menyakitkan dengan bullying di luar yang disampaikan dengan cukup jelas .

– KEKURANGAN FILM

Beberapa karakter pendukung terasa kurang “hidup”, motivasi atau latar belakang mereka terkadang kurang mendalam, sehingga tindakan mereka sebagai pelaku kekerasan atau penindasan terhadap Alie terasa agak datar dan tidak sepenuhnya bisa dipahami secara emosional.

Dialog dan beberapa adegan terasa agak kaku atau tidak terlalu natural hal ini terkadang membuat alur emosional terasa dipaksakan atau “berat”, sehingga kesan dramanya tidak maksimal di semua bagian.

Karena temanya sangat berat dan emosional, film ini bisa terasa sangat menyedihkan dan menekan. Mungkin akan terasa lebih berat bagi penonton yang sensitif atau yang mencari tontonan lebih ringan.

– REKOMENDASI

Saya merekomendasikan film ini terutama untuk kalian yang tertarik pada film drama sosial dengan tema keluarga, trauma, dan perjuangan batin. Sehingga berbagai moral sosial akan didapatkan dari film ini.