
Memperingati hari sumpah pemuda pada hari Senin, 28 Oktober 2019, tepatnya di Lantai 3 gedung PKM UMP, Aliansi Mahasiswa Banyumas (AMB) menyelenggarakan acara “Malam Sumpah Pemuda”. Yang diikuti beberapa perwakilan mahasiswa, seperti Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Wijaya Kusuma, AMIKOM, dan UBSI.
Dalam acaranya ditayangkan sebuah film dokumenter berjudul Mosi Tidak Percaya berdurasi sekitar 38 menit, yang mana film tersebut menayangkan situasi aksi unjuk rasa diberbagai wilayah seperti Depok, Solo, Yogyakarta, Makasar, Lampung, dsb.
Trio Pambudi selaku koordinator penyelenggara, mengatakan disajikannya film Mosi Tidak Percaya ini guna membangkitkan marwah mahasiswa yang sudah dimulai serentak pada aksi-aksi sebelumnya, salah satu aksinya adalah saat mahasiswa Banyumas bisa turut menyampaikan aspirasi di depan gedung DPR Banyumas kemarin. Yang mana dengan aksi kemarin menjadi sejarah mahasiswa Banyumas dikemudian hari. Selain itu sebagai bentuk pengulasan kembali bahwasannya perjuangan yang sudah dimulai harus dituntaskan bersama.
Setelah penayangan film acara selanjutnya adalah mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan negara Indonesia sekarang. Dan dipenghujung acara para mahasiswa menggaungkan Ikrar Sumpah Pemuda secara serentak.
Menurut Fatih Fida ‘Ain selaku Presiden BEM Unsoed, Malam Sumpah Pemuda ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat pemuda dan mahasiswa, karena ikrar sumpah pemuda pada saat dulu benar-benar membawa semangat persatuan yang utama. Selanjutnya semangat untuk melanjutkan perjuangan-perjuangan yang sudah diawali.
Dalam penuturannya Fatih mengatakan akan ada ledakan kembali dimomentum yang akan datang. Karena menurutnya apa yang menjadi gerakan mahasiswa hari ini belum menemukan kata pencerahan dari para elit politik dan belum ada yang mengindahkan apa yang disuarakan oleh rakyat. “Kita disini benar-benar membuat suatu gebrakan bahwasannya kita menyatakan gerakan kita itu serius,” tambahnya.
AMB akan mencoba menyusun eskalasi untuk 10 November nanti, dikarenakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, sekaligus mengenang para pahlawan, terkhusus para pahlawan jalanan seperti dalam tayangan Mosi Tidak Percaya yang sudah disaksikan bersama, yang mana mereka gugur untuk menyuarakan keadilan. Kembali seperti di tahun 1998, banyak korban yang hilang dan gugur dijalan. Dan hingga saat ini belum ada i’tikad untuk benar-benar menuntaskan kasus tersebut. “Mungkin hari ini kita belum turun ke jalan. Namun akan ada sesuatu hal yang kita ledakan dimomentum setelahnya. Dan disiapkan dari sekarang,” tandas Fatih.