Ilustrator: Divisi Kreatif

Bhaskara.id – Hampir dua semester, UMP melaksanakan proses perkuliahan secara daring. Bahkan tak lama ini kampus menerbitkan surat edaran perpanjangan Work From Home (WFH). Hal ini tentu berdampak terhadap kualitas akademik UMP, karena kuliah jarak jauh dirasa tidak maksimal dan tidak sebanding dengan biaya SKS yang dibayarkan.

Menurut Niko Anjaswana, mahasiswa Teknik Elektro, jumlah biaya yang telah ia keluarkan dibandingkan dengan apa yang ia dapatkan selama pembelajaran saat ini tidak maksimal. “Karena kualitas dosen itu ya beda-beda saat mengajar, dan itu salah satunya yang membuat kita kecewa,” ungkapnya.

Menurutnya dengan biaya yang sudah dibayarkan dan pelajaran yang diberikan dosen tidaklah seimbang, terutama untuk beberapa dosen yang juga berbeda-beda kualitas pengajaran daringnya.

Sejalan dengan Niko, Alfan Fikri Osama, mahasiswa Fakultas Agama Islam, juga berpendapat, perkuliahan daring ini tidak efektif dan tidak kondusif. Karena pada saat pembelajaran menggunakan platform zoom, banyak yang tidak menghidupkan kameranya. Ia juga mengatakan banyak yang sulit mendapatkan sinyal, belum lagi terhalang dengan kuota.

Menurut Alfan, penyebab tidak efektifnya pembelajaran tidak hanya karena mahasiswa itu sendiri. “Ga cuma mahasiswa, biasanya dosen pun kurang jelas dalam menjelaskan. Sama sekali gak maksimal,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, berdasarkan pengakuannya masih terdapat beberapa dosen yang hanya memberi materi tanpa penjelasan. “Bahkan ada teman saya yang hanya diminta oleh dosen untuk membaca buku tanpa diberi materi sekalipun,” lanjutnya.

klik next untuk informasi selanjutnya