Bhaskara.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap penanganan COVID-19, Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (KM UMP) mengadakan kegiatan bakti sosial “Pembagian 1000 takjil, 1000 masker, dan 1000 sembako”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 18-19 Mei 2020. Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan pada Senin, (18/05) pukul 09.00-11.00 WIB, yang dihadiri oleh Wakil Rektor 3, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ahmad Dharmawan.

Pembagian 1000 takjil, 1000 masker, dan 1000 sembako dilakukan di 10 kelurahan dari lima kecamatan, khususnya daerah yang dekat dengan kampus UMP. Setiap kecamatan hanya dipilih dua desa, dan setiap desa dipilih seratus penerima manfaat.

Daerah penerima tersebut meliputi Kelurahan Dukuhwaluh dan Bantarwuni untuk Kecamatan Kembaran, Kelurahan Karangcegak dan Karangturi untuk Kecamatan Sumbang, Kelurahan Pabuaran dan Karangwangkal untuk Kecamatan Purwokerto Timur, Kelurahan Purwokerto Wetan dan Mersi untuk Kecamatan Purwokerto Utara, terakhir Kelurahan Sokaraja Kulon dan Karangnanas untuk Kecamatan Sokaraja.

Panitia kegiatan sukarelawan juga bekerjasama dengan pemerintah desa setempat, untuk menentukan kriteria khusus bagi warga penerima manfaat. Penerima 1000 paket sembako tersebut diantaranya warga lansia yang tinggal sendiri, lansia (keluarga miskin), penyandang disabilitas, anak yatim usia dibawah 15 tahun, dan warga pemilik kartu Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Berdasarkan penuturan Ridwan Sidiq atau yang kerap kali disapa Barto, selaku ketua panitia, sukarelawan yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan delegasi dari seluruh lembaga KM UMP. Sukarelawan tidak dipilih berdasarkan kriteria khusus, hanya saja terdapat pembatasan kuota yaitu sejumlah 20 orang.

Sedangkan untuk dana yang digunakan dalam kegiatan ini, menurut Barto, dana berasal dari dana kemahasiswaan, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan lembaga pada triwulan tiga. Namun, karena kegiatan triwulan tersebut dihentikan akibat pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH), sesuai dengan kesepakatan bersama, 25% dari dana kemahasiswaan tersebut dialokasikan untuk kegiatan sukarelawan ini.

“Untuk dana, dari kita tidak melakukan open donasi. Jadi, dana yang digunakan adalah dana kemahasiswaan, ditambah (sumbangan) dari IRMADAH (Ikatan Remaja Masjid K.H. Ahmad Dahlan), karena cakupannya masih UMP jadi kita tampung dalam bentuk masker dan uang tunai. Ditambah ada sisa dana kegiatan tahun lalu,” kata Barto.

Barto juga menuturkan saat melakukan persiapan kegiatan ini, pihak sukarelawan sempat memiliki beberapa kendala. Salah satunya adalah kendala dalam komunikasi, karena koordinasi hanya bisa dilakukan via online.

“Komunikasi via online itu merupakan salah satu masalah, tapi alhamdulillah, berkat keikhlasan kawan-kawan (anggota tim sukarelawan) untuk tetap stay di grup, semua kebutuhan, semua persiapan, bahkan semua masalah pun bisa teratasi,” imbuhnya.

Selain itu, kata Barto, persiapan kegiatan juga sempat terhambat karena satu minggu sebelum pelaksanaan kegiatan, dana yang akan digunakan belum tersedia. Karena ini merupakan dana untuk kegiatan mahasiswa dan merupakan hak mahasiswa, Barto tetap mengadvokasikannya. Hingga akhirnya dana tersebut dapat dicairkan lima hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Barto pun berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan. “Mudah-mudahan dari program yang kita lakukan, khususnya oleh Keluarga Mahasiswa UMP dapat menumbuhkan rasa loyalitas, rasa empati, rasa simpati khususnya kepada masyarakat di lingkungan sekitar UMP yang memang membutuhkan,” katanya.

Pada hari pertama pelaksanaan (Senin, 18/05), kegiatan dilakukan di empat desa. Di antaranya Desa Dukuhwaluh, lalu Desa Karangcegak, kemudian Desa Karangturi, dan yang terakhir Desa Bantarwuni. Untuk enam desa lainnya, dilakukan pembagian pada hari kedua pelaksanaan, yaitu Selasa, (19/05).

Waskun, selaku Kepala Desa Karangturi mengucapkan terima kasih karena desanya menjadi salah satu tempat kegiatan ini berlangsung.

“Atas nama masyarakat, saya betul-betul mengucapkan terima kasih. Kedepan nya barangkali masih ada program seperti ini, harapannya desa kami masih bisa mendapatkan bantuan,” ucapnya. (EK/Bhas)