Bhaskara.id – LPM Bhaskara telah melakukan penelitian untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa Psikologi S1 terhadap fasilitas Gedung J. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas Gedung J terhadap kinerja mahasiswa selama pelaksanaan ujian di Auditorium. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif program studi Psikologi S1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) angkatan 2021 hingga 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, di mana kuota untuk setiap angkatan ditentukan berdasarkan proporsi mahasiswa aktif pada masing-masing angkatan. Menurut sugiyono (2011), quota sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Dalam penentuan besaran sampel, tim riset menggunakan tabel Isaac dan Michael yaitu dengan taraf kesalahan sebesar 5%.

Berdasarkan data dari TU Fakultas, total mahasiswa aktif Psikologi S1 dari Angkatan 2021 sampai 2024 adalah 1.005 orang, jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini berdasarkan tabel Isaac dan Michael adalah 258 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data, yang terdiri dari 10 item pertanyaan, di antaranya 8 item pertanyaan menggunakan skala Likert serta 2 item pertanyaan menggunakan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Penelitian ini berhasil mengumpulkan 138 responden dengan distribusi responden per angkatan yaitu sebagai berikut:

Pada penelitian ini, jumlah sampel tidak terpenuhi. Keterbatasan jumlah sampel dalam penelitian ini disebabkan oleh keterbatasan waktu, sumber daya, dan tingkat partisipasi mahasiswa dalam pengisian kuesioner. Meskipun jumlah sampel yang diperoleh tidak memenuni target sampel, hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas pada SPSS yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa seluruh pertanyaan dalam instrument penelitian valid dan reliabel.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, beberapa mahasiswa Psikologi sering pindah kelas ke luar Gedung J. Peralihan ini menunjukkan masih kurangnya ketersediaan kelas untuk mahasiswa Psikologi S1 di Gedung J. Hal ini selaras dengan hasil kuesioner mengenai kepuasan terhadap ketersediaan ruang, di mana 75,36% (104 mahasiswa) merasa tidak puas hingga cukup puas. Ini menandakan bahwa peralihan kelas cukup menganggu mobilitas mahasiswa.

Peralihan kelas ini, menurut hasil observasi dan wawancara dengan salah satu mahasiswa Psikologi S1, salah satu faktornya disebabkan oleh penggunaan gedung yang juga digunakan oleh fakultas lain dan lembaga lain, sehingga dapat mengurangi aksesibilitas mahasiswa Psikologi S1. Dari hasil penelitian, sebanyak 61,6% (85 mahasiswa) merasa tidak puas hingga cukup puas dengan tingkat prioritas mahasiswa dalam penggunaan Gedung J karena dalam penggunaannya harus terbagi-bagi. Ketidaktersediaan ruang kelas ini juga mempengaruhi lokasi ujian mahasiswa Psikologi. Menurut hasil observasi di lapangan, mahasiswa Psikologi S1 melaksanakan ujian di Auditorium. Dari hasil penelitian, sebanyak 63,04% (87 mahasiswa) merasa tidak puas hingga cukup puas dengan pengelolaan ruangan ujian, mengingat Auditorium sebenarnya bukan tempat untuk ujian, tetapi untuk melaksanakan kegiatan besar seperti wisuda, pentas seni, dan acara-acara besar lainnya.

Selanjutnya, untuk mengetahui apakah pelaksanaan ujian di Auditorium efektif sebagai tempat ujian, dari 138 responden, sebanyak 64,49% (89 mahasiswa) merasa Auditorium kurang efektif hingga cukup efektif. Alasan karena tingkat kebisingan dan kurangnya kenyamanan tempat duduk mempengaruhi konsentrasi mahasiswa. Hal ini selaras dengan hasil penelitian di mana 77,54% (107 responden) memberikan jawaban “Ya” ketika ditanya apakah suasana yang tercipta di Auditorium seperti kebisingan dan kenyamanan tempat duduk mempengaruhi kinerja selama ujian. Artinya bahwa tingkat kebisingan dan kenyamanan tempat duduk memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja mahasiswa.

Tim Riset dari LPM Bhaskara juga telah melakukan analisis regresi linier sederhana untuk penelitian ini. Sebelum melakukan analisis, diperlukan pengujian asumsi klasik. Hasilnya data ber distribusi normal, linier dan tidak terjadi hesterokedastisitas. Lanjut pada analisis regresi linier sederhana, berdasarkan koefisien determinasi nilai R Square bahwa variabel fasilitas Gedung J mampu menjelaskan 28% dari variabel ujian. Selain itu berdasarkan hasil uji t, t hitung yang lebih besar dari t tabel (1,977), sehingga H₀ ditolak. Dapat disimpulkan bahwa fasilitas Gedung J berpengaruh terhadap efektivitas ujian di Auditorium.