Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bhaskara Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) baru-baru ini melakukan riset terkait kepuasan mahasiswa baru terhadap biaya registrasi dalam rangkaian kegiatan First Time at Campus (FTC). Kuesioner diisi oleh 425 responden mahasiswa baru yang berasal dari 11 fakultas ini mengungkapkan adanya ketidakpuasan atas biaya registrasi yang dianggap terlalu mahal dibandingkan tahun sebelumnya, serta benefit yang tidak sesuai harapan.
Data sampel yang digunakan dalam riset ini adalah data yang diambil menggunakan purposive sampling. Berdasarkan Sugiyono (2016) purposive sampling adalah teknik pengambilan sample sumber data dengan pertimbangan tertentu. Sugiyono juga melanjutkan teknik purposive sampling menetapkan pertimbangan- pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh sampel-sampel yang digunakan dalam riset ini. Jamak, dalam riset ini, data yang digunakan adalah data primer dan juga data sekunder.
Data primer yang digunakan dalam riset ini dikumpulkan melalui angket atau kuesioner. Menurut Sugiyono (2019) kuesioner merupakan teknik pengambilan atau pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penyebarannya, tim riset mengumpulkan hasil kuesioner dengan membagikan formulir menggunakan Google form secara online yang ditujukkan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto tahun 2024. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, hasil dari riset yang telah dilakukan mendapatkan 425 responden dari mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Temuan Riset LPM Bhaskara:
- Biaya registrasi hampir 3x lipat dari tahun lalu
Biaya FTC tahun ini sebesar Rp80.000, hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan biaya tahun sebelumnya yang sebesar Rp 30.000. Dari 425 responden, terdapat 341 mahasiswa yang tidak merasa keberatan dengan biaya tersebut, sementara 84 mahasiswa merasa keberatan, meskipun jumlahnya jauh berbeda, mahasiswa yang keberatan maupun tidak keberatan mengungkapkan kritik dan sarannya terhadap biaya registasi dalam formulir evaluasi yang dibagikan oleh Riset LPM Bhaskara. Dari 84 mahasiswa yang merasa keberatan, 82% karena biaya tersebut terlalu tinggi dan tidak sepadan dengan benefit yang diterima, sementara 18% merasa kurang mendapat informasi yang jelas terkait biaya tersebut. Mahasiswa baru inisial N, menyampaikan pada google form, “Setelah membayar pendaftaran 80.000 ternyata masih ada biaya iuran”. Ada juga mahasiswa yang menyarankan untuk menurunkan biaya, seperti yang disampaikan inisial A, “Seharusnya 60 ribu, angkatan kemarin juga engga mahal bgt ya”. - Benefit yang dijanjikan tidak sesuai harapan
Sebelumnya telah diinformasikan melalui Instagram resmi PKKMB Anggakara bahwa mahasiswa akan menerima tumbler, kaus, dan totebag sebagai benefit. Dari total responden, 68% mengaku sudah menerima benefit yang dijanjikan, sementara 32% lainnya belum menerima. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan dalam distribusi benefit yang belum tersebar secara merata kepada seluruh peserta FTC. Salah satu bukti keluhan datang dari mahasiswa berinisial R, yang menulis kritik dan saran dalam formulir evaluasi, “Seharusnya diteliti lagi jumlah benefitnya. Soalnya aku belum dapat totebag dari kakak pamong.” - Tumbler tidak jadi dibagikan
Salah satu faktor yang memperburuk ketidakpuasan mahasiswa adalah klarifikasi dari ketua panitia yang menyebutkan bahwa tumbler yang dijanjikan tidak jadi dibagikan. Salah satu kritik yang disampaikan dalam formulir evaluasi datang dari mahasiswa berinisial N, yang mengatakan, “Karena dari awal sudah dijanjikan mendapatkan tumbler, seharusnya kami benar-benar mendapatkan tumbler tersebut.” Selain itu mahasiswa baru inisial D, “Benefitnya harusnya sesuai apa yang ssudah disepakati ketika membayar biaya registrasi.” Kritik ini sebagai rasa kekecewaan mahasiswa terhadap perubahan mendadak yang tidak sesuai dengan pemberitahuan awal. - Malam Inaugurasi dengan Guest Star Fiersa Besari
Di tengah ketidakpuasan ini, panitia FTC mengumumkan bahwa malam inagurasi dimeriahkan oleh penampilan musisi terkenal Fiersa Besari, yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024. Meskipun Fiersa Besari merupakan musisi terkenal, tidak semua mahasiswa baru mengenalnya. Salah satu mahasiswa berinisial V, menyampaikan melalui evaluasi, “Ada rumor mau undang Sheila on Seven, eh ternyata yang diundang Fiersa Besari. Tahun kemarin undang NDX A.K.A, sekarang kok undang artis tidak dikenal? Besari itu siapa?” - Kualitas konsumsi yang mengecewakan
Selama pelaksanaan rangkaian FTC, banyak mahasiswa baru yang mengungkapkan kekecewaan terhadap kualitas konsumsi yang disediakan. Beberapa responden dalam kuesioner menyatakan bahwa makanan yang disajikan basi dan tidak layak dimakan. Salah satu mahasiswa berinisial P mengeluhkan, “Untuk harga Rp80.000 per anak, konsumsi yang kami dapat selama 3 hari sangat mengecewakan, apalagi ada lauk makan siang yang sudah tidak layak makan pada saat didistribusikan kepada kami, sehingga kami terpaksa jajan untuk menghilangkan rasa lapar.” Mahasiswa baru lainnya berinisial D, juga menyampaikan keluhan, “Mendapatkan makanan yang basi, jadi kami harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli obat diare karena memakan makanan yang basi.”
Sebanyak 24% mahasiswa tidak memberikan kritik atau saran, 7% bersikap netral, dan 21% merasa puas. Namun, 50% responden menyampaikan kritik serta saran terkait biaya registrasi dan pelaksanaan rangkaian FTC. Dari jumlah tersebut, 11% mengusulkan agar biaya registrasi diturunkan, 15% merasa bahwa benefit yang diterima tidak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan, 10% menyatakan konsumsi selama kegiatan FTC mengecewakan, dan 7% menyebutkan kurangnya informasi yang jelas dari panitia. Sebanyak 7% lainnya menyatakan ketidakpuasan secara keseluruhan acara FTC. Dari masukan ini artinya ada harapan besar untuk adanya penurunan biaya, pemenuhan benefit yang sesuai pemberitahuan di awal, perbaikan dalam komunikasi dan memastikan kelayakan konsumsi.
Secara keseluruhan, riset yang dilakukan oleh LPM Bhaskara menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersikap netral hingga tidak puas terhadap rangkaian kegiatan FTC tahun ini. Ketidakpuasan ini diperparah dengan pembatalan pemberian tumbler, kurangnya transparansi dana, komunikasi yang kurang jelas dari pihak panitia serta konsumsi yang mengecewkan pada rangkaian kegiatan First Time at Campus (FTC) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.