Pelantikan Badan Keuangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto diwarnai kekecewaan. Hal ini diakibatkan banyaknya lembaga KM UMP yang tidak hadir dalam pelantikan tersebut. Padahal peran BKM UMP sendiri dirasa penting karena menyangkut perihal keuangan seluruh lembaga. Rabu (23/7).

Awalnya, prosesi pelantikan yang dilakukan di aula gedung J berjalan lancar. Namun dengan jumlah tamu undangan yang tidak sampai 50% lembaga  di KM, membuat kekecewaan dari Direktur BKM yang disampaikan di penghujung acara.

Direktur BKM, Tabita Iriani Ona mengatakan, “tolong sampaikan keseluruh lembaga bahwa jika mereka memang sudah tidak butuh BKM bilang saja. Kalo masalah duitnya belum cair saja mereka datang mendekat. Sedangkan saat kami butuh seperti pelantikan saat ini, lembaga tidak pada datang.”

Ia juga menyayangkan lembaga KM UMP yang belum mampu bersinergi dengan baik dengan BKM.

“Kami hanya butuh waktu beberapa menit dari teman-teman untuk datang di pelantikan kami. Tapi nyatanya hanya segelintir lembaga yang hadir,” terangnya.

Sedangkan menurut salah satu perwakilan lembaga yang hadir, Ketua Umum Teater Perisai, Abdul Hafiz mengatakan kekecewaan Direktur BKM adalah wajar. Mengingat kerja kerasnya selama ini tidak begitu dihargai.

“Kebanyakan lembaga lebih mementingkan urusan lembaganya. Jadi wajar banyak yang nggak hadir. Sedangkan yang sekarang ini perlu dipertanyakan adalah dimana keromantisan lembaga KM UMP yang dulu pernah memiliki jargon Solid,” ujarnya.

Ketua Umum Koperasi Mahasiswa, Maryawati yang tidak sempat hadir dalam pelantikan menerangakan, “kebanyakan dari kebidanan yang memiliki waktu perkuliahan yang padat. Sedangkan yang lainnya mengikuti magang, KKN dan kepanitian ospek di FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).”

Ia menyarankan agar nantinya ada komunikasi yang lebih intensif dan harus ada pertemuan untuk menyamakan persepsi dan mengklarifikasi tentang kurangnya sinergitas lembaga KM dan BKM agar tercapainya KM UMP yang lebih progresif.  (DK/Bhas)