
Bhaskara.id – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai institusi pendidikan tinggi tengah membangun gedung perkuliahan yang disebut UMP Central Edu di belakang Fakultas Kedokteran. Siraj Farasi, Mahasiswa Fakultas Kedokteran, menyampaikan saat ini mahasiswa Fakultas Kedokteran terus mengalami peningkatan sehingga menurutnya perlu tambahan ruangan untuk perkuliahan.
“Dulu, satu angkatan hanya 50 mahasiswa. Ibaratnya, gedung ini hanya mampu menampung 200 mahasiswa, tetapi sekarang per angkatan sudah sampai 75 sampai 100 mahasiswa. Jadi, total kurang lebih ada 300 mahasiswa dengan kondisi laboratorium yang minimalis pasti akan sesak. Jadi, kami butuh ruangan tambahan,” tutur Siraj.
Selain itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran membutuhkan ruangan laboratorium fisiologi, laboratorium herbal, dan ruangan aula untuk acara formal-formal yang akan diselenggarakan ke depan saat ini menurut Siraj Farasi.
Dalam rangka memperingati Milad 109 Muhammadiyah, UMP mengundang Haedar Nashir—Ketua Umum Muhammadiyah—untuk memberikan pengajian, meletakkan batu pertama di dua tempat, serta meresmikan lima unit kegiatan dan bisnis Muhammadiyah.
Pada sambutan dalam pengajian tersebut, Jebul Suroso—Rektor UMP—meminta agar Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah berkenan untuk meletakkan batu pertama.
“Hadirnya bapak ketua umum agar dapat berkenan untuk meletakkan batu pertama pembangunan gedung perkuliahan yang kami sebut dengan UMP Edu Central. Sentral perkuliahan untuk semua fakultas yang ada di UMP. Di samping menjembatani untuk Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, tetapi sangat memungkinkan untuk dipakai oleh fakultas lain,” jelas Jebul Suroso.
Jebul Suroso menyampaikan kalau UMP terus berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran. Hal ini merujuk untuk akreditasi unggul UMP dan memfasilitasi mahasiswa UMP dengan target 5000 mahasiswa pada tahun 2022. Atas dasar hal tersebut, dibangunlah pusat perkuliahan mahasiswa UMP untuk semua fakultas di UMP Central Edu yang direncanakan memiliki 3 lantai.
Sebelum meletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung UMP Central Edu, Haedar Nashir menyampaikan beberapa patah kata terlebih dahulu. “Kami Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk UMP atas ikhtiarnya untuk terus membangun dan agar mahasiswa kita makin nyaman belajar, berinteraksi, bertumbuh jadi insan-insan kamil yang akan dididik di kampus ini,” tuturnya.
Selain meletakkan batu pertama di pembangunan gedung UMP Central Edu, Haedar Nashir juga meresmikan lima unit kegiatan dan bisnis Muhammadiyah. Lima unit kegiatan dan bisnis tersebut adalah Log Mart Asrama Unggulan UMP dan Kalibagor, Klinik UMP Tambaksari, Mocaf Research Centre and Production House Of UMP, Pusat Studi Kebijakan dan Inovasi Kesehatan UMP.
Haedar Nashir menganggap apa yang telah dilakukan UMP sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi yang telah menggambarkan perpaduan keseimbangan antara pemikiran dan amaliyah yang menjadi karakter Muhammadiyah.
“Kampus ini bukan hanya wujud fisik saja yang di depan sudah megah, kemudahan bangunan fisik ini bagi UMP bagian dari fisik yang mengandung jiwa, yakni jiwa UMP sebagai bangku tempat mendidik anak umat dan bangsa menjadi insan yang beriman, bertaqwa, cerdas berilmu, dan memiliki keahlian yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” harap Haedar Nashir. (RTA/Bhas).