
Bhaskara.id – Setelah tersiar kabar secara resmi dari BPBD Kabupaten Lumajang mengenai terjadinya erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banyumas Raya mengadakan rapat internal di Gedung Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada 7 Desember 2021 yang dihadiri oleh aliansi BEM dari berbagai universitas se-Barlingmascakep yang membahas aksi kemanusiaan dengan melakukan penggalangan dana untuk korban bencana erupsi Gunung Semeru.
Setelah melakukan rapat internal, berdasarkan penuturan Ilyas—Presiden BEM KM UMP—aliansi BEM se-Banyumas Raya sepakat untuk mengadakan aksi galang dana selama 2 hari, mulai tanggal 9 s.d. 10 Desember 2021 yang disebar di berbagai titik di Barlingmascakep. Tiga pembagian wilayah koordinator tersebut di antaranya: korwil 1 wilayah Banyumas, korwil 2 wilayah Cilacap, dan korwil 3 wilayah Brebes.
Walaupun demikian, fokus penggalangan dana berada di korwil 1 wilayah Banyumas. Setelah pelaksanaan kegiatan galang dana yang dilakukan oleh volunteer dari keluarga mahasiswa UMP dan beberapa unit kegiatan mahasiswa lainnya, Ilyas menjelaskan penggalangan dana yang dilakukan setiap sore berjalan lancar dengan total perolehan dana kurang lebih sebesar Rp28.000.000 selama 2 hari berturut-turut.
“Kami aliansi BEM ingin menunjukkan kalau kita sebagai mahasiswa tidak hanya sebatas kegiatan akademik di dalam kampus saja, tetapi lebih luas lagi seperti pengabdian terhadap masyarakat dengan menumbuhkan sikap empati terhadap sesama manusia. Kita berharap bahwa kita dapat membantu meringankan beban hidup saudara kita pascabencana erupsi tersebut,” ujar Ilyas selaku presiden BEM KM UMP.
Pada 11 Desember, Keluarga Mahasiswa (KM) UMP menginisiasi kembali penggalangan dana yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut pada 12-15 Desember dan diikuti oleh berbagai organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM fakultas, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dan beberapa UKM di UMP.
Menurut Cahya Putri—volunteer BEM KM UMP—selama ia mengikuti kegiatan galang dana mulai dari persiapan sarana dan prasarana, penyebaran pamflet kegiatan, dan donasi online berjalan sesuai rencana.
Senada dengan Cahya Putri, Raynaldy selaku ketua UKM Bandung Karate Club (BKC) juga menuturkan kegiatan yang dilakukan oleh UKM BKC berjalan lancar. “Selama kami melakukan aksi galang dana empat hari berturut-turut di wilayah Purwokerto, alhamdulillah tidak ada perselisihan antara pihak kami dan pihak lain, kami baik-baik saja, dan kita semua bisa saling menjaga komunikasi baik antarsesama volunteer UKM BKC dan volunteer dari organisasi lain,” tutur Raynaldy.
“Walau tidak dapat dipungkiri ada saja gesekan yang terjadi pada saat kegiatan berlangsung seperti berebut tempat dengan pengamen, volunteer lain, dan dihimbau untuk berpindah tempat ke tempat lain yang lebih sedikit volunteer aksi galang dana dari lembaga lain,” tutur Cahya. Namun, ia menuturkan secara keseluruhan kegiatan yang diikuti oleh berbagai lembaga, organisasi, dan UKM di UMP ini berjalan lancar hingga hari terakhir penggalangan.
Dengan dilaksanakannya galang dana oleh KM UMP, Ilyas berharap aksi ini dapat membantu korban terdampak erupsi Semeru. “Harapan keluarga mahasiswa UMP melakukan aksi galang dana ini adalah agar dapat membantu saudara kita yang sedang terkena musibah, memotivasi adik tingkat untuk menumbuhkan rasa empati dan peduli terhadap sesama, serta mempererat tali silaturahim antara keluarga mahasiswa, lembaga, organisasi, dan UKM di UMP,” tambah Ilyas di penghujung tanya jawab.
Berdasarkan penuturan dari Ilyas, dana yang terkumpul—rencananya—akan disalurkan kepada lembaga amil zakat infak dan sedekah Lazismu untuk kemudian disalurkan kembali pada korban terdampak bencana erupsi Semeru.(AA/AM/Bhas)