Ilustrasi : Rizky Bagus & Heri Susanto

Oleh : Azalia Kumala Firjatillah

 

Temaram yang melintasi sungai besar dalam pelukan sebuah desa

Ditemani nyanyian mayapada yang menambah keelokan sore ini

Diatas sampan kecil, angin sejuk perlahan-lahan menyapa diri

Membuat damai siapa saja yang berada dalam dekapnya

 

Matahari beranjak hilang ditepi langit,

Terganti dengan corak petang yang siap menunjukan diri

 

Lagi-lagi angin berhembus syahdu, mencoba menjamah keindahan petang itu,

Seolah tau bahwa hadirnya akan menambah keelokan mentari senja kala itu.

 

Diamku menelisik sekumpulan burung yang berbondong pulang guna mengakhiri banyaknya persoalan hari ini

Sama halnya dengan warga desa yang bergegas pulang usai memeras keringatnya sepanjang hari.

 

Ditengah keheningan sungai desa, pepohonan dan rerumputan berbisik bisik terhembus angin senja ini

Tubuhku seolah terpanah, melihat semburat jingga dengan sempurna menghiasi cakrawala, warna hangatnya terukir indah dalam lengkungan jingga

Menyisakan memori indah tentang senja kala itu