Prayitno
Mahasiswa Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Tulisan ini saya tujukan untuk para pemimpin baru di lembaga tinggiKeluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Terutama bagi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) yang telah ditunggu realisasi dari visi dan misinya.
Saya masih ingat, beberapa visinya menyebutkan akan bersifat responsifterhadap isu luar dan dalam kampus. Namun, dari pembacaan saya sejauhini, belum ada gerakan taktis dari sang Presiden dan jajarannya untuk bergerak secara efektif untuk berkontribusi memajukan bangsa pada umumnya, dan mahasiswa UMP pada khususnya.
Sebagai mahasiswa. kita seharusnya memang responsif untuk melihatisu-isu nasional yang berkembang saat ini. Lembaga kemahasiswaan harus bisa merangkul kawan-kawan mahasiswa agar saling bekerja secara kolektif untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Lalu bagaimana mahasiswa bisa hidup biasa-biasa saja atau malah sibuk membandingkan isu tiktok lebih membahayakan dari pada isu lain seperti naiknya harga BBM yang kembali naik per 1 Juli 2018?
Menurut saya, bukan seperti itu menanggapi sebuah isu sebagai seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa, seharusnya menganggap bahwa semua masalah adalah setara dan perlu diselesaikan. Bukan malah membanding-bandingkan.
Jika mau membandingkan, maka hanya sebatas menentukan skala prioritas dalam memecahkannya saja. Setelah mengkaji dan menentukan skala prioritas, lalu bergerak untuk secara kolektif untuk menyelesaikannya. Sebab, negara akan maju tergantung seberapa besar peran mahasiswa dalam memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan umat dan bangsa.
Terlepas dari beberapa hal yang saya sampaikan di atas memang sangat perlu adanya sebuah kesadaran mahasiswa yang objektif dan rasional, untuk mengkaji isu-isu nasional saat ini. Seperti naiknya harga BBM. Jika terjadi kenaikan harga BBM, maka akan terjadi inflasi. Terjadinya inflasi ini tidak dapat dihindari karena bahan bakar, dalam hal ini merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat.
Inflasi akan terjadi karena apabila harga BBM naik. Dampaknya, masyarakat mengurangi pembelian BBM. Uang tidak tersalurkan ke pemerintah, tapi tetap banyak beredar di masyarakat. Jika harga BBM naik, harga barang dan jasa akan mengalami kenaikan pula. Terutama dalam biaya produksi. Inflasi yang terjadi dalam kasus ini adalah “Cost Push Inflation”. Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan dalam biaya produksi. Ciri inflasi ini dapat dilihat berdasarkan penyebabnya.
Kenaikan harga BBM akan membawa pengaruh besar terhadap kehidupaniklim berinvestasi. Biasanya, kenaikan BBM akan mengakibatkan naiknya biaya produksi, naiknya biaya distribusi dan juga inflasi. Harga barang-barang menjadi lebih mahal, daya beli merosot, kerena penghasilan masyarakat yang tetap. Ujungnya perekonomian akan stagnan dan tingkat kesejahteraan terganggu.
Di sisi lain, kredit macet semakin kembali meningkat. Parah lagi adalah semakin sempitnya lapangan kerja karena dunia usaha menyesuaikan produksinya sesuai dengan kenaikan harga, serta penurunan permintaan barang.
Galih dan Esti sebagai Pesiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Univesitas Muhamadiyah Purwokerto yang membawa visi semangat kolaborasi menuju KM UMP yang progresif. Dengan salah satu misinya adalah responsive terhadap isu internal maupun eksternal kampus, tentu akan lebih cepat menyikapi kenaikan BBM daripada membahas masalah tiktok yang padaSelasa (3/7) resmi diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
Skala prioritas dalam mengadvokasi sebuah isu nasional harus digunakan secara kritis. Terutama dalam menganalisis dampak dan kepentingan isu yang terjadi. Sebab, sebagai organisatoris yang juga menjadi ujung tombak pergerakan KM UMP, harus mampu mengarahkan anggota KM UMP agar dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini juga amanat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya termaktub pengabdian pada masyarakat.
Saya harap, Presiden BEM KM UMP di era Galih dan Esti, mampu bersifat responsif secara ideal. Tidak bersifat responsif hanya berupa status di media sosialnya saja. Minimal ada kajian riset bersama, dan diimplementasikan dalam bentuk tindakan. Salam hormat dan sayang saya untuk kedua pemimpin baru KM UMP. Besar harapan saya agar Presiden mau membalas kritik saya, baik dalam bentuk tulisan, atau pun tindakan.
Mantep!!!