(Foto Saat Berlangsungnya Diskusi Terbuka, Minggu, 20/3)

Bhaskara.id — Diadakan Diskusi Terbuka yang diinisiatif oleh Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Minggu Malam, 20 maret 2022, mengusung tema “Kebijakan Kampus yang tidak Berpihak Kepada Mahasiswa.” Ketua Forum Diskusi Ivan Febrian mengatakan bahwa diskusi ini diselenggarakan oleh BEM, tetapi mengatasnamakan mahasiswa.

Begitupun pernyataan dari Presiden BEM, Ilyas Rosyid Firdausi mengungkapkan, Diskusi Terbuka tidak mengatasnamakan Lembaga. “BEM hanya menginisiasi adanya diskusi terbuka, sebagai pelayanan untuk mahasiswa secara konkret supaya aspirasi terserap secara jelas dan baik,” ucap Ilyas.

Adapun tujuan dari diadakannya Diskusi Terbuka, Irvan mengungkapkan bahwa Diskusi Terbuka diadakan untuk membahas kebijakan kampus yang tidak berpihak kepada mahasiswa. “Pada pembahasan (diskusi) malam ini, masih dalam proses menampung keresahan yang dialami oleh mahasiswa,” kata Irvan, Minggu Malam, 20 Maret 2022.

Pernyataan lain juga datang dari Ilyas, “Menyerap aspirasi yang kemudian disatukan dan diprioritaskan untuk mencapai goals dari apa yang menjadi tujuan, terkait proses audiensi ataupun aksi, tergantung nanti kesepakatan forum,” ujarnya.

Sebelumnya, Ilyas Rosyid Firdausi selaku Presiden BEM, banyak mendapatkan laporan terkait kebijakan yang dituntut oleh mahasiswa. “Banyak sekali laporan yang masuk, namun yang paling jelas terkait ketika kuliah masih online, walaupun ada offline-nya, akan tetapi tidak diumumkan secara resmi. Kemudian berkaitan dengan informasi wisuda yang sebelumnya offline, mendadak online, yang hal itu menjadi pemicu adanya laporan. Adapun hal lainnya, seperti sarana prasarana yang tidak lengkap, keuangan lembaga yang tidak maksimal, sampai kemudian semua itu menjadi landasan diadakannya diskusi terbuka,” kata Ilyas.

Tentang elemen mahasiswa yang hadir pada diskusi terbuka, Irvan Febrian mengatakan bahwa elemen mahasiswa yang hadir, berasal dari Mahasiswa Cair, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun Lembaga. “Untuk jumlah peserta yang hadir dalam diskusi diperkirakan sekitar 50 sampai 60 orang lebih,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ilyas mengungkapkan, pada pertemuan selanjutnya akan diadakan presensi untuk elemen mahasiswa, tetapi diusahakan atas nama mahasiswa. “Mahasiswa berlembaga, maupun tidak berlembaga, Mahasiswa Cair; Prodi; maupun Fakultas manapun asalkan dari UMP, karena diskusi ini membahas mengenai kebijakan UMP,” kata Ilyas.

Adapun tindak lanjut Diskusi Terbuka, Irvan mengungkapkan, jika memang sudah ada tindak lanjut, maka akan diadakan audiensi. “Sebelum adanya audiensi, diperlukan data-data terlebih dahulu. Terkaitan diskusi pada malam ini, hanya untuk menyatukan pandangan. Berkaitan dengan pertemuan selanjutnya, jika memungkinkan akan membahas mengenai tuntutan yang akan diselenggarakan 27 Maret 2022,” kata Irvan, Minggu Malam, 20 Maret 2022. Pernyataan sama terkait tindak lanjut juga datang dari Ilyas, “Kita sudah menyepakati akan diadakan diskusi lanjutan. (HKA/Bhas)