Bhaskara – Refleksi atas Janji Keterbukaan yang Kadang Terasa Jauh dari Kenyataan

Kampus selalu berbicara tentang integritas, demokrasi, dan keterbukaan. Nilai-nilai itu terdengar indah dalam pidato, tertulis rapi di brosur, dan menjadi bagian dari visi-misi institusi. Namun sebagai mahasiswa, kita tentu pernah bertanya dalam hati, apakah keterbukaan itu benar-benar kita rasakan dalam keseharian?

Di tengah tuntutan publik yang semakin sadar akan pentingnya transparansi, perguruan tinggi sebenarnya tidak bisa lagi berdiri di ruang yang tertutup. Bahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang dapat diakses melalui laman resmi peraturan.bpk.go.id, lembaga pendidikan negeri termasuk badan publik yang wajib menyediakan informasi secara terbuka dan mudah diakses. Artinya, transparansi bukan sekadar pilihan moral, tetapi juga kewajiban hukum.

Beberapa kampus memang telah menunjukkan komitmen yang patut diapresiasi. Menurut pemberitaan di laman resmi Universitas Gadjah Mada, UGM kembali meraih predikat perguruan tinggi informatif dan menempati peringkat kedua nasional dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025. Capaian serupa juga diraih Institut Teknologi Kalimantan yang, berdasarkan laman resmi itk.ac.id, memperoleh predikat badan publik informatif dengan skor tinggi dalam evaluasi nasional. Prestasi-prestasi ini menunjukkan bahwa sistem yang terbuka itu mungkin dan bisa diwujudkan.

Namun, di sisi lain, masih ada suara-suara yang merasa belum sepenuhnya didengar. Menurut laporan Beritasore.co.id, mahasiswa di Medan sempat menggelar aksi untuk menuntut transparansi dalam tata kelola KIP Kuliah. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa penghargaan formal belum tentu menjamin semua mahasiswa merasakan keterbukaan yang sama.

Isu tata kelola kampus juga mendapat perhatian serius dari lembaga negara. Sebagaimana diberitakan di laman resmi kpk.go.id, Komisi Pemberantasan Korupsi menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk memperkuat budaya antikorupsi dan transparansi pengelolaan anggaran. Bahkan, menurut laporan Antara News (antaranews.com), pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan untuk meningkatkan transparansi audit kampus. Semua ini menunjukkan bahwa transparansi bukan isu kecil ia adalah bagian dari sistem integritas nasional.

Lalu mengapa di level keseharian, sebagian mahasiswa masih merasa kebijakan sering datang tiba-tiba? Mengapa informasi penting kadang sulit dipahami atau terasa minim penjelasan? Di sinilah jarak itu muncul jarak antara kebijakan dan mereka yang terdampak kebijakan.

Transparansi bukan hanya tentang mengunggah dokumen di website. Transparansi adalah tentang rasa dilibatkan. Tentang kebijakan yang dijelaskan dengan jujur. Tentang ruang dialog yang tidak defensif. Tentang keberanian institusi untuk berkata, “Ini alasan kami, dan kami siap mendengar tanggapan kalian.”

Kritik terhadap kampus bukanlah bentuk perlawanan tanpa arah. Kritik adalah bagian dari cinta pada institusi yang ingin kita lihat tumbuh lebih baik. Kampus yang terbuka terhadap pertanyaan dan evaluasi justru menunjukkan kedewasaan. Ia tidak rapuh oleh kritik, tetapi diperkuat olehnya.

Jika kampus ingin tetap menjadi ruang belajar tentang demokrasi dan integritas, maka nilai-nilai itu harus terasa nyata bukan hanya dalam teori, tetapi dalam praktik sehari-hari. Karena pada akhirnya, transparansi bukan soal citra. Transparansi adalah soal kepercayaan. Dan kepercayaan tidak lahir dari slogan, melainkan dari tindakan yang konsisten.

Mungkin pertanyaannya bukan lagi “apakah kampus sudah terbuka?”, tetapi “apakah kita semua pengelola dan mahasiswa siap membangun keterbukaan itu bersama?”

 

Sumber

1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik Diakses melalui laman resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/39094/uu-no-14-tahun-2008

2. UGM Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 Laman resmi Universitas Gadjah Mada: https://ugm.ac.id/en/news/ugm-maintains-informative-status-ranks-second-nationally-at-2025-kip-awards/

3. ITK Raih Predikat Badan Publik Informatif 2025 Laman resmi Institut Teknologi Kalimantan: https://itk.ac.id/pengumuman-pengambilan-/berita/itk-kembali-raih-predikat-badan-publik-informatif-pada-anugerah-keterbukaan-informasi-publik-tahun-2025

4. Aksi Mahasiswa Tuntut Transparansi Tata Kelola KIP Kuliah di Medan Beritasore.co.id: https://www.beritasore.co.id/medan/gelar-aksi-di-lldikti-dan-kejatisu-guntur-minta-transparansi-tata-kelola-kip-kuliah/

5. KPK Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Budaya Antikorupsi Laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/kpk-gandeng-ub-dan-unm-cetak-sivitas-akademika-penggerak-budaya-antikorupsi

6. Pemerintah Dorong AI untuk Transparansi Audit Kampus Antara News: https://www.antaranews.com/berita/4823917/wamendiktisaintek-dorong-penerapan-ai-untuk-transparansi-audit-kampus