Bhaskara.id – Pada singgasana yang megah,
kaki-kaki penguasa terangkat angkuh,
jemarinya menjepit gelas penawar dahaga,
berpesta akan kekuasaan yang dipunya.
Sedang di bawah rakyat menjerit.
Tapi, apa mereka peduli?
Akal sehat telah lenyap,
hasilkan kebijakan tak bersahabat,
menyengsarakan rakyat,
Kami berteriak, namun tampak mereka tak peduli.
Suara diabaikan, pena dipatahkan
Rakyat dibisukan, Pers dibungkam
Mengirim ancaman, kata mereka “diamlah!”
Jangan banyak bicara, jangan banyak tanya.
Tidak! Tapi kami tidak akan diam.
Suara ini tidak akan pernah padam!
Tinta ini akan terus mengalir!
Kami akan terus berisik, kami akan terus menuntut!
Suara rakyat bukan sekedar kata,
namun api yang terus menyala!