Bhaskara.id- Pada 13 Februari 2024, Badan Esekutif Mahasiswa dan aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah mengadakan audiensi terbuka untuk menyuarakan keresahan mahasiswa saat ini.

Di tengah pesta demokrasi dan dimana beberapa rektor universitas di Indonesia mengajukan kritik kepada Presiden Jokowi, Rektor UMP, Jebul Suroso memberikan apresiasi yang di unggah pada akun TikTok UMP @ump.ac.id.

Hal ini lah yang membuat mahasiswa UMP mempertanyakan netralitas dari Rektor UMP tersebut. Selain itu, mahasiswa uang mengikuti audiensi pun menanyakan terkait dana 200M yang di berikan oleh Presiden Joko Widodo sewaktu kunjungannya untuk pembangunan pada Januari lalu.

Terkait netralitas, Jebul menjelaskan bahwa tidak ada unsur politik atau mendukung salah satu pasangan calon presiden tertentu di dalam video yang telah di unggah pada 4 Februari 2024 lalu.

Ia menegaskan video tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada Jokowi yang telah membantu pembangunan UMP. “Membuat video apresiasi tersebut real inisiatif saya sendiri mengapresiasi presiden karena telah membantu pembangunan UMP sehingga tidak perlu menamah hutang,” jelas nya.

Terkait dana 200M, Jebul menjelaskan bahwa dana tersebut adalah bentuk dukungan penuh Jokowi terhadap UMP yang tengah membangun gedung baru. Selain itu, dana bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk tunai melainkan berbentuk gedung yang sekarang sedang dalam proses perencanaan agar terealisasikan dengan tepat. “Saya jelaskan lagi bahwa dana tersebut adalah bentuk bagunan dan masih melalui beberapa langkah agar bisa segera cair,” tegasnya.

Di akhir Rektor menerangkan bahwa jika ingin berkomunikasi tentang kampus, bisa menemui beliau langsung di saat senggang dan beliau menerima segala masukan dari teman-teman mahasiswa jika untuk perubahan yang lebih baik lagi. Beliau juga berharap tidak ada tekanan atau kekerasan dalam menyampaikan aspirasi, kritik dan saran.

Sementara itu, Presiden BEM UMP, Verdy Tri Sasongko memaparkan bahwa audiensi terbuka berjalan dengan lancar dan telah berjalan sesuai dengan harapan. “Acara hari ini berjalan sesuai dengan yang kemarin sudah kita konsolidasikan dan kita bertemu mediasi untuk keterbukaan Rektor. Setelah ini akan di adakan evaluasi untuk persiapan konsolidasi selanjutnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, di hari yang sama setelah audiensi berlangsung, Aliansi Keluarga Mahasiswa UMP menerbitkan pernyataan sikap sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi antara mahasiswa dan pihak kampus yang berisikan:

1. Ketidaksepakatan Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (KM UMP) dengan pernyataan *”Apresiasi Kepada Presiden Jokowi”* dari Bapak Jebul Suroso selaku Rektor UMP.

2. Ketidakpuasan atas jawaban normatif yang disampaikan oleh Bapak Jebul Suroso pada audiensi terbuka bersama Mahasiswa KM UMP.

3. Menuntut Bapak Jebul Suroso untuk membuat video pernyataan sikap, bahwasanya Universitas Muhammadiyah Purwokerto *Bersikap Netral atau Tidak Memihak Paslon Manapun.*

 

(Bhas/JP)