Perihal
Oleh: Fina Ayu Parida Rahma
Ragu,
Seolah hanya aku yang terpaku
Pada bisu yang membeku
Pada ucap yang selalu semu
Apa mereka tahu?
Pada setiap waktu
Ada jiwa yang melolong,
Pada kemunafikan yang tak tertolong
Jangan kau salahkan
Mereka berhak mendapat perlakuan
Senyum yang mengembang
Juga pelukan dari sekawan
Sulit tuk bertahan
Lalu bagaimana dengan kehidupan?
Mereka merangkak
Dengan hati yang mati pada paras yang tersenyum
Ingin mereka membeli,
Jiwa-jiwa yang ada di sekeliling
Dipenuhi warna
Dipenuhi rasa
Namun apa daya
Jiwanya telah terkoyak tak berdaya
Oleh anjing hitam yang memangsa
Hingga tak tersisa
Memberanikan diri tuk melawan
Namun apa daya,
Tubuh telah menjadi seonggok daging
Tanpa rasa, tanpa senyum, tanpa sapa
Ingin mereka akhiri
Menyisakan raga penuh arti
Pada tiap tiap duka
Pada tiap tiap kecewa
Mereka ingin pergi
Siapapun merindukan sebuah arti
Dari jiwa yang raganya tak tahu arti
Menyelami berbagai pemikiran
Namun buntu yang dirasakan
