Mendekap Kenangan

Oleh: Rofi Nur Khasanah

Dinding terasa begitu dingin
Bicara pada lampu untuk tetap menghangatkan
Sedangkan jalanan terpaku diam
Kendaraan berlalu lalang menembus heningnya malam

Puisi berlari dalam sunyi
Mengangapkan luka yang sempat sirna

Di atas lorong kereta,
Suasananya terasa begitu sepi
Menghenyakkan lamunan yang tak terkirakan
Bayangan-bayangan seakan terekam oleh suara jarum jam
Desir rel dan roda bercanda tanpa kata

Kala itu hujan
Rintiknya tergambar dikaca
Sayang,
Tubuh ini duduk sendiri menikmati
Tiada kekasih yang menemani

Sepanjang jalan mata tak berkedip
Seolah merekam setiap jenggal
perjalanan