Bhaskara.id – Purwokerto, 20 Oktober 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menyelenggarakan Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden BEM FKIP periode 2025–2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta memperkuat semangat demokrasi di lingkungan fakultas.

Tahun ini, terdapat dua pasangan calon yang maju dalam kontestasi, yaitu Paslon 1: Grisaldi Nauval (Prodi Sejarah) dan Yoga Gangsar (Prodi PGSD), serta Paslon 2: Eno Dwi Lestari (Prodi PBSI) dan Faiz Muzzaki (Prodi PGSD). Proses pencoblosan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Menurut Gunadi Prayogo, Presiden BEM FKIP periode 2024–2025, pelaksanaan Pemira tahun ini menunjukkan antusiasme mahasiswa yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah, sekitar 70 persen mahasiswa FKIP ikut mencoblos. Antusiasnya sangat positif karena di beberapa fakultas lain banyak yang aklamasi, sementara di FKIP kami berusaha menjaga agar demokrasi tetap berjalan,” ujar Gunadi saat ditemui seusai kegiatan debat kandidat.

Meski begitu, Gunadi mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam hal sosialisasi kepada mahasiswa.

“Kendala utamanya ada di penyebaran informasi. KPR dan Bawaslu sudah melakukan sosialisasi ke kelas-kelas dan forum Ormawa, tapi memang belum semua mahasiswa tanggap terhadap kegiatan Pemira,” tambahnya.

Sementara itu, Mahasiswa dengan inisial A dari Prodi PPKN FKIP, menilai bahwa Pemira tahun ini menjadi langkah positif dalam pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa. “Respon mahasiswa tentu baik, karena kegiatan seperti ini penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di FKIP. Tapi partisipasinya mungkin masih 50–50, belum semuanya aktif,” ungkap A.

Ia juga menyoroti bahwa penyebaran informasi Pemira masih tergolong terbatas dan belum menjangkau seluruh mahasiswa. “Informasi biasanya disebarkan lewat WhatsApp, antar lembaga, dan juga banner kampus. Jadi penyebarannya belum terlalu luas,” jelasnya.

Baik Gunadi maupun Mahasiswa A, mereka berharap pelaksanaan Pemira BEM FKIP tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, serta membawa perubahan positif bagi fakultas. “Harapannya siapapun yang terpilih nanti bisa melanjutkan kepemimpinan dengan lebih baik dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” tutup Gunadi. (BHAS/LY/MF).