Sumber: Bhaskara/Hesti
Sumber: Bhaskara/Hesti

Jumat (27/01) Panti Asuhan Harapan Mulia Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Aksi Berbagi 200 Paket Gizi di aula panti asuhan harapan mulia, Mersi Purwokerto. Aksi ini berlangsung selama satu pekan, terhitung sejak tanggal 23 sampai 29 Januari dengan prioritas utama anak yatim piatu/duafa, kaum disabilitas, serta pengemudi angkot, “kegiatan ini bertujuan dalam rangkaian milad panti asuhan harapan mulia dengan berbagi 200 paket makanan kepada masyarakat yang kurang mampu di daerah Banyumas” ucap Eko Widianto pimpinan panti asuhan Harapan Mulia, ia menambahkan aksi ini mengundang perwakilan supir angkot yang diwilayah sekitar dan  30 supir lainnya di kota Purwokerto.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Urug Projek, PSHT UIN Saizu, LPM Bhaskara UMP, BEM KM UMP, BEM Universitas Amikom, serta mahasiswa lepas. Bangun Ardiarso selaku  anggota Urug Projek menuturkan alasan komunitasnya turut berkolaborasi dalam aksi ini karena Urug Projek merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan.

Perihal ketika mendapatkan tawaran untuk aksi berbagi ini Urug Projek merasa antusias karena aksi ini selaras dengan visi dan misi Urug Projek. “Aksi ini bagus, karena saya setiap jumat juga bagi-bagi nasi” tutur Darisan (salah satu peserta kegiatan).

Ahmad Wildan Kamil selaku pengurus sekaligus panitia penyelenggara kegiatan mengatakan bahwa persiapan dilakukan satu pekan sebelum hari-H. Membuka donasi bagi siapapun yang ingin mendonasikan rezekinya, membagi surat kepada teman-teman yang akan berkolaborasi, serta menyiapkan bahan-bahan makanan termasuk packaging dan lain-lain. “Kendalanya adalah target 200 paket ternyata baru terpenuhi 125, kendalanya publikasi dari pihak panitia kurang cepat, sehingga informasi tentang donasi yang semula target 200 donatur, namun hanya 125 yang memenuhi, sisanya sebanyak kurang lebih 95 paket itu dari panti sendiri”, ia juga menambahkan bahwa untuk kedepannya aksi kolaborasi ini bisa lebih dipersiapkan sebaik mungkin sehingga dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dengan maksimal, serta dalam jumlah yang lebih besar lagi.

Penulis: (Bhas/Hesti)