Dua pasangan calon telah mendapatkan nomor urut masing-masing. Pengambilan nomor urut ini betempat di Ruang Sidang Baru (RSB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Kamis, (3/5)

Bhaskara.id – Rangkaian pemilihan Presiden dan wakil Presiden mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah dimulai. Setelah dibukanya pedaftaran, akhirnya melahirkan dua kandidat pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BEM UMP). Nomor urut satu didapatkan oleh Rizal Rifai (fakultas Teknik dan Sains) dan Muhammad Hamdi Aufani (Fakultas Agama Islam) dan nomor urut dua adalah Risna Galih Saputra (Fakultas Teknik dan Sains) dan Esti Fitria Ramadaningsih (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Mereka resmi menjadi pasangan calon setelah adanya ketetapan dari KPU UMP pada Kamis (3/5).

Paslon nomor urut satu mengusung visi mewujudkan sinergitas antar elemen mahasiswa demi terwujudnya KM UMP yang berkarakter. Adapun misi yang mereka bawa adalah mengoptimalkan budaya literasi mahasiswa melalui baca diskusi dan tulis, meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam gerakan sholat berjamaah sebagai perwujudan karakter islami, mengembangkan gerakan mahasiswa dalam menanggapi isu-isu sosial serta menjadikan BEM KM UMP sebagai sarana advokasi mahasiswa.

Rizal mengatakan bahwa latar belakang pembuatan visi misi ini karena adanya kesadaran akan potensi yang perlu kita jadikan sebuah karakter. Maka dari itu, ia berencana mensinergikan antar elemen mahasiswa untuk terwujudnya karakter tersebut. Sinergitas ini telah memperhatikan bahwa mulai berdirinya komunitas-komunitas bahkan mahasiswa UMP menjadi penggagasnya. Seperti komunitas Gerakan Baca Anak Bangsa (GERBANG) dan Komunitas Penyair Institut (KPI).

“Nantinya kita akan membantu memasifkan gerakan-gerakan tersebut hingga akhirnya terbentuk karakter KM UMP yang dibutuhkan dan menuangkannya dalam perencanaan program kerja. Selain itu kita juga bisa memberikan ruang untuk diadakannya perlombaan-perlombaan sebagai apresiasi untuk gerakan-gerakan tersebut,” katanya.

Alasan Rizal memilih Hamdi sebagai wakilnya yakni karena sebelumya mereka berdua telah berproses bersama di kelas eksekutif pada semester satu dan dua dalam wadah perkaderan mahasiswa baru. “Dari situ timbul kedekatan antara kami dan memilih berjuang bersama untuk menindaklanjuti cita-cita yang telah digagas” ujarnya.

Sementara paslon nomor urut dua, Galih dan Esty memiliki visi semangat kolaborasi menuju KM UMP yang progresif. Untuk mewujudkan visi tersebut, mereka menggagas misi mempererat Ukhuwah antar lembaga di KM UMP, menjadikan BEM UMP sebagai inisiator penggerak lembaga KM UMP, responsif terhadap isu internal dan eksternal kampus, dan profesional dalam pengelolaan BEM  UMP.

Visi misi tersebut dibuat karena mereka ingin mengembalikan fungsi dan peran BEM UMP serta mahasiswa yang sampai sejauh ini belum bisa dijalankan.

Galih mengatakan, “secara pribadi sebagai bagian dari KM UMP, saya merasakan dampak dari kekosongan pemerintahan eksekutif tahun lalu. Karena itu kami mengusung visi misi tersebut dengan keinginan untuk menjalankan dan merealisasikan fungsi BEM UMP sebagaimana mestinya.”

Dalam pengaplikasiannya sendiri Galih mengatakan bahwa BEM UMP nantinya akan lebih mengeksplor permasalahan-permasalahan yang tidak hanya sebatas internal kampus saja, namun juga permasalahan eksternal kampus.

“Saat ini perlu adanya penyadaran terhadap fungsi organisasi dan mahasiswa. Langkah konkrit yang akan dilakukan adalah memberikan edukasi secara langsung terhadap lembaga-lembaga di KM UMP agar lebih menyadari fungsi tersebut,” katanya.

Galih sendiri memilih Esti sebagai wakilnya karena menginginkan adanya semangat baru dan ingin menunjukan bahwasannya perbedaan dari latar belakang baik soal gender maupun pemikiran tidak menutup kemungkinan mereka untuk bersinergi.

sumber: Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (KPUM UMP) 2018.

Kedua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden merasa pantas untuk menjabat di posisi tertinggi eksekutif mahasiswa tersebut.

Rizal-Hamdi merasa pantas  menjabat karena selain berkat kepercayaan dari teman-teman mereka juga merasa memiliki modal pengalaman dalam berorganisasi di KM UMP.

“Kami menjadikan pengalaman yang kami dapat sebagai modal, karena itu penting untuk kebaikan BEM dan KM UMP kedepannya.” Ujar Hamdi.

Sedangkan paslon nomor dua, Galih dan Esti merasa pantas karena mereka lahir dalam lingkaran konflik yang terjadi pada KM UMP di periode sebelumnya yang membuat mereka mengerti akan kebutuhan KM UMP. “Selain itu saya optimis dapat meminimalisir konflik tersebut dan setelah itu dapat memimpin KM UMP ke arah yang lebih baik,” ungkap Galih. (IA/Bhaskara)