
Oleh : Azalia Kumala Firjatillah
Temaram yang melintasi sungai besar dalam pelukan sebuah desa
Ditemani nyanyian mayapada yang menambah keelokan sore ini
Diatas sampan kecil, angin sejuk perlahan-lahan menyapa diri
Membuat damai siapa saja yang berada dalam dekapnya
Matahari beranjak hilang ditepi langit,
Terganti dengan corak petang yang siap menunjukan diri
Lagi-lagi angin berhembus syahdu, mencoba menjamah keindahan petang itu,
Seolah tau bahwa hadirnya akan menambah keelokan mentari senja kala itu.
Diamku menelisik sekumpulan burung yang berbondong pulang guna mengakhiri banyaknya persoalan hari ini
Sama halnya dengan warga desa yang bergegas pulang usai memeras keringatnya sepanjang hari.
Ditengah keheningan sungai desa, pepohonan dan rerumputan berbisik bisik terhembus angin senja ini
Tubuhku seolah terpanah, melihat semburat jingga dengan sempurna menghiasi cakrawala, warna hangatnya terukir indah dalam lengkungan jingga
Menyisakan memori indah tentang senja kala itu