Bhaskara.id – Liga UMP
merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Olahraga di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). UKM Olahraga menyelenggarakan pembukaan Liga UMP 2021 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP pada Senin (20/12). Perlombaan Liga UMP dilaksanakan mulai tanggal 12 Desember 2021 s.d. 28 Januari 2021.

Heri Purnomo, pembina UKM Olahraga, menerangkan tujuan diselenggarakannya liga UMP sebagai salah satu program kerja UKM Olahraga untuk mempersiapkan atlet yang dimiliki UMP agar dapat berkompetisi di Pekan Olahraga Mahasiswa, baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

Tema yang diusung pada liga kali ini adalah “Real Strength is Sportsmanship”. Farikh Hariyadi Berbudi Kurnia, Ketua Umum UKM Olahraga, menjelaskan tema yang diusung pada liga tahun ini bermakna kita harus bergantung pada sportivitas dalam olahraga.

Perbedaan Liga UMP tahun ini dan tahun lalu terletak pada adanya cabang olahraga yang diujicobakan terlebih dahulu yaitu tenis lapangan. “Perbedaan lainnya, kita ada pembukaan. Alhamdulillah, kita bisa sedikit bangga karena tahun kemarin 2020 pelaksanaannya di awal Januari 2021 itu untuk kasus virus Corona masih sangat tinggi. Jadi, kita belum bisa berkumpul seperti ini sehingga baru tahun ini akan ada penyambutan dan sebagainya yang akan dilaksanakan di auditorium,” tuturnya.

Cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan yaitu sepak bola, futsal, bola voli, bola basket, bulu tangkis, catur, tenis meja, tenis lapangan, sepak takraw. “Jadi, terdapat 9 cabang olahraga yang kami pertandingkan,” jelas Farikh.

Setiap perlombaan memiliki perbedaan biaya pendaftaran pada masing-masing cabang olahraga sesuai dengan kebutuhan dan tempat perlombaan. Farikh menuturkan kalau perlombaan dilaksanakan di lapangan voli, tenis lapangan, dan tenis meja di UMP. Selain itu, ada beberapa tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan lomba di luar UMP, seperti di Score Stadium Dukuhwaluh dan Lapangan Bola Voli Unsoed.

Untuk mekanisme pertandingan liga UMP, terdapat nomor beregu/tim dan nomor individu.  Selain itu, ada pula sistem setengah kompetisi, sistem gugur, dan pertandingan langsung sehingga langsung terlihat menang atau kalah.

Terdapat beberapa hambatan dirasakan oleh panitia terkait pelaksanaan Liga UMP tahun ini. “Hambatannya karena kita mengundang lebih banyak peserta. Untuk peserta dalam pembukaan dan pelaksanaan Liga UMP dari awal hingga akhir, kita perlu beradaptasi lagi, seperti menyiapkan kode atau scan PeduliLindungi untuk masuk ke arena venue dan nanti keluar kita juga harus check out,” keluh Farikh.

Dengan adanya Liga UMP, Farikh berharap bahwa UMP dapat mengangkat atlet yang berkompeten untuk melaju ke Pekan Olahraga Provinsi tahun 2022 serta POMNAS atau Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional di Sumatera Barat di tahun 2022.

Hamar Harimuri, mahasiswa program studi PGSD sekaligus salah satu atlet liga UMP cabor sepak bola dan badminton, merasa sangat senang karena acaranya berjalan lancar. “Saya ingin membangggakan nama fakultas FKIP karena siapa lagi kalau bukan kita dan jarang ada orang yang mau ikut liga UMP,” tuturnya.

Hamar mengeluhkan kalau ada beberapa fasilitas yang kurang memadai, seperti pada lapangan sepak bola yang kurang baik sehingga mengganggu pertandingan. “Harapannya fasilitas lapangan dapat diperbaiki lagi dan acaranya dapat menarik lagi,” ungkapnya.

Jebul Suroso selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto berharap dengan diadakannya Liga UMP dapat meningkatkan sportivitas seluruh mahasiswa dan memaksimalkan potensi yang para atlet miliki agar dapat ke kancah nasional.  (VI/SRF/Bhas)