Para Relawan Mahasiswa Banyumas sedang menggalang dana di persimpangan Aston, Jum’at (22/01).

Bhaskara.id – Bencana datang silih berganti di awal tahun 2021. Belum tuntas penderitaan masyarakat atas pandemi Covid-19, kemudian datanglah bencana-bencana yang lainnya. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang tanggal 1 hingga 21 Januari 2021 yang terdiri atas 127 bencana banjir, 30 bencana tanah longsor, dan 21 bencana angin puting beliung. Sedangkan kejadian yang lain berupa 5 bencana gelombang pasang dan 2 bencana gempa bumi.

Berangkat dari hal tersebut, Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) berinisiasi mengajak kawan-kawan Forum Mahasiswa Nasional (FMN) untuk mengadakan penggalangan dana, dan bekerjasama dengan organisasi lainnya, seperti IMM UMP, HMI Ahmad Dahlan, LPM BHASKARA UMP, Teater Didik IAIN, SENRU, Kompos, dan Karawitan, yang diselenggarakan mulai tanggal 22-25 Januari 2021.

Bintang Akbar Hidayat (FMN UMP) selaku koordinator kegiatan mengungkapkan, terselenggaranya kegiatan ini bertujuan untuk saling membantu sesama rakyat yang tertindas di tengah Pandemi Covid-19 dalam sulitnya mengakses apapun.

“Sebagai mahasiswa, kita juga harus melakukan pengabdian yang diutamakan untuk kebutuhan rakyat, apa yang paling mendesak. Salah satunya penggalangan dana ini untuk Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, serta Sumedang (Jawa Barat),” ujar Bintang.

Bintang menjelaskan, yang menjadi lokasi penggalangan dana meliputi simpang yang dinilai ramai kendaraan. Berdasarkan kesepakatan, titik lokasi terbagi menjadi dua, persimpangan Aston dan Jalan Dr. Angka (Counter Oppo).

Selain itu, Aji Bastian selaku perwakilan HMI Ahmad Dahlan mengatakan, alasan dirinya ikut serta dalam kegiatan ini bukan karena persoalan organisasi kelompok. Namun, perihal rasa sosial kemanusiaan terhadap sesama. “Disini kita sedang tidak bicara soal organisasi kelompok, tapi bicara tentang sosial dan kemanusiaan terhadap sesama,” tegasnya, Jumat, (22/01/21).

Pada hari pertama pukul 10.00–11.00 WIB (22/01/21), sebanyak 16 personil menyebar di persimpangan Aston, di jalur yang sudah diplot-kan dengan membawa kardus dan 500 lembar release yang berisi kondisi wilayah Kab. Majene (Sul-Bar) berdasarkan info dari FMN Cabang Makassar yang sudah menjangkau langsung ketitik bencana serta membuat posko di Desa Kabiraan, Kec. Ulumanda, Kab. Majene. Selain membagikan release, mereka juga mengadakan orasi. Mereka berharap dengan upaya-upaya tersebut masyarakat yang masih apatis dengan bencana alam yang menimpa tanah air sekarang dapat teredukasi.

Pada tanggal (23-24/01/21), lokasi penggalangan dana dibagi menjadi dua titik, yaitu persimpangan Aston dan Jalan Dr. Angka. Dimulai dari pukul 09.30 s.d 11.30 WIB, dilanjut pada pukul 15.00 s.d 17.00 WIB. Dengan menambah jumlah release sebanyak 1000 lembar release, namun sudah tidak ada lagi orasi seperti sebelumnya.

Perolehan galang dana di hari pertama sebesar Rp1.172.000,00. Sedangkan pada hari kedua mengalami peningkatan karena adanya penambahan titik lokasi, dan jumlah yang terkumpul tanggal (23/01) menjadi Rp2.044.500,00. Sedangkan dihari ketiga terkumpul sebanyak Rp2.003.100,00. Apabila diakumulasikan, perolehan galang dana sementara dari persimpangan Aston dan Jalan Dr. Angka sebesar Rp5.219.600,00.

Para relawan tidak hanya mendapat respon baik dari para pengendara yang telah memberikan donasi, melainkan juga mendapat respon baik dari para pedagang yang berada disekitar Jl. Dr. Angka yang memberikan bantuan akomodasi untuk relawan yang bertugas berupa makanan beserta lauk-pauknya.

Selain mengadakan galang dana di persimpangan jalan, mereka juga menaruh kardus-kardus ditempat-tempat tertentu, seperti disekitar kampus UMP dan IAIN. Tidak hanya itu, mereka juga menerima sumbangan berupa makanan, obat-obatan, air bersih, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan tidur, dan uang tunai untuk dikirimkan langsung ketempat kejadian bencana.

Terkait pengumpulan barang dan donasi yang sudah diperoleh, akan dikumpulkan ke pusat bantuan kemanusian bernama Indonesia Bangkit (IB). “Untuk sementara penggalangan dana yang kita lakukan bekerja sama dengan IB. Dari IB sendiri yang akan membidang-bidangkan seluruh bantuan dana atau barang tersebut ke wilayah bencana alam,” ungkap Bintang.

Rijal Pache, UKM Seni Rupa IAIN Purwokerto berharap dengan adanya acara galang dana selain bisa mendapatkan banyak donasi untuk membantu korban bencana alam, juga mendapatkan relasi baru. “Dengan acara seperti ini kita bisa saling mengenal dan memperluas relasi,” ujarnya.

Begitupun Satrio Abhi yang sangat berharap bantuan bisa tersampaikan dengan baik. “Harapannya pembagian bantuan merata, dan benar-benar bisa tersampaikan dengan baik kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya. (EF/Bhas)