
Bhaskara.id – Ratusan pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar luas di wilayah Purwokerto ikut berpartisipasi dalam Sunday Morning (sunmor) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kegiatan Sunmor pada (09/01) didahului dengan pembukaan resmi oleh Jebul Suroso selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Pedagang UMKM merasa senang dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat antusias untuk mendaftar karena menumbuhkan motivasi penjualan yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19. Itsna, salah satu pedagang UMKM yang menempati stan kuliner, membagikan cerita dan mengutarakan harapannya untuk Sunmor UMP.
“Saya mendapatkan info pendaftaran dari teman. Setelah masuk grup Sunmor UMP, kami mengadakan rapat koordinasi dengan pihak UMP untuk pembagian lapak, teknis dan lainnya. Saya juga punya toko, tetapi saya jadi lebih dekat dengan customer melalui Sunmor UMP ini. Harapannya yaitu semoga antusias masyarakat semakin bertambah agar pelaku UMKM termotivasi untuk berinovasi dalam memperluas pemasaran,” jelas Itsna.

Di sisi lain, Itsna mengungkapkan keresahannya terhadap lalu lintas yang ada di Sunmor UMP. Menurutnya, kendaraan terlalu banyak berlalu-lalang yang berisiko bagi pejalan kaki dan anak-anak. Itsna menyarankan supaya pihak UMP menyediakan tempat parkir yang lebih memadai dan membiarkan masyarakat untuk berjalan kaki saja.
Tidak hanya pedagang UMKM, masyarakat juga tidak kalah antusiasnya dalam memeriahkan Sunmor perdana UMP. Tidak sedikit dari mereka sekedar jalan-jalan dan melihat-lihat saja. Namun, banyak juga yang sengaja membawa uang dan memiliki niat untuk melariskan penjualan para pedagang UMKM di acara tersebut.
“Saya lihat info Sunmor UMP di story WhatsApp, lalu saya ajak teman saya untuk jalan-jalan. Kalau misalnya ada yang menarik untuk dibeli, kami beli. Menurut saya, kegiatan ini bagus untuk dilaksanakan karena membantu dalam memajukan UMKM dan penjual-penjual kecil serta untuk masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Kembaran jadi lebih dekat,” kata Puspa sebagai salah satu pembeli di Sunmor UMP.
Puspa juga memberikan saran untuk Sunmor UMP, ia menyarankan agar di depan gerbang pintu masuk diletakkan alat cek suhu karena ia merasa tidak ada petugas prokes (protokol kesehatan) yang melakukan cek suhu. Puspa juga mengutarakan keinginannya untuk diadakan kegiatan umum lain, seperti lomba anak-anak sekolah atau kegiatan ibu-ibu yang ada doorprize-nya.
Ikhsan Mujahid selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Aset UMP memberikan pandangan sekaligus menuturkan harapannya bagi kegiatan tersebut.
“Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB) telah membukakan cakrawala baru pada kita untuk membangun kerja sama dengan berbagai institusi termasuk di dalamnya kegiatan UMKM. Harapan saya terutama bagi mahasiswa adalah agar mahasiswa menjadi terbuka pikirannya dan mau belajar untuk menumbuhkan potensi menjadi seorang entrepreneur,” kata Ikhsan pada Ahad (09/01).
Ikhsan menjelaskan kalau UMP merupakan satu-satunya kampus di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Sunmor sebagai wadah kegiatan UMKM. Tercatat ada 194 UMKM dengan antusias tinggi yang ikut berpartisipasi pada Sunmor perdana UMP. Hal tersebut terbukti dari semangat mereka dalam berjualan meskipun sempat hujan. Sunmor UMP ini akan digelar secara rutin setiap Ahad dengan serangkaian kegiatan di dalamnya.
“Sunmor ini terbuka untuk umum. Pagi hari ini jam 06.00 s.d. 07.00 WIB diadakan pengajian di Masjid UMP, siang harinya dilanjutkan kegiatan berjualan, musik, olahraga, dll. Ini akan menjadi kegiatan rutin dalam rangka membina UMKM yang ada di Kabupaten Banyumas,” pungkas Ikhsan. (MHN/FAF/Bhas).