Gambar Diambil Dari Google Tentang Buku Antologi Puisi.
BEM-U Dituntut Selesaikan Tugasnya
Bhaskara – Orientasi Studi Pengenalan Kampus yang  berlangsung  di Uviersitas Muhammadiyah Purwokerto masih menyisakan masalah yang tak kunjung usai. Pasalnya, setelah serangkaian kegiatan yang membebankan iuran uang sebesar Tiga Ribu Rupiah perindividu, dalam rangka pembuatan buku antologi puisi, terbilang mangkrak. Hal ini menimbulkan pertanyaan yang kemudian menjadi polemik bagi sebagian besar mahasiswa, yang telah menantikan karya tersebut, selasa (12/12/2016).
Ketua Dewan Mahasiswa UMP, Triyono, tidak mau memberikan tanggapan terkait kegiatan OSPEK tersebut. Ia mengaku kecewa dengan adanya permasalahan tersebut. Ia menyatakan sikap kekecewaannya dengan menolak Laporan Pertanggung Jawaban Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas pada Sidang Umum Awal lalu.
Selaku penganti Ketua Stering Comite OSPEK, Gigih Aji Prasojo mengatakan,“ untuk pengumpulan buku adalah konsep dari SC, akan  tetapi untuk iuran dana tiga ribu Rupiah dan pembuatan puisi itu konsep dari kabinet BEM U dan bukan dari konsep SC . Ditambah lagi hal itu disahkan oleh panitia OC, bukan karena persetujuan  SC melainkan dari kabinet BEM-U,” ujarnya.
“Sebenarnya konsep awal dari  SC  adalah Sumbangan gerakan 1000 buku utuk papua dengan melakukan penarikan  buku yang dibebankan kepada mahasiswa, pada saat kegiatan OSPEK berlangsung. Dan hal terkait iuran uang dan pembuatan puisi  dari pihak SC mengatakan tak tahu-menahu akan hal tersebut,” tambahnya.
Presiden BEM-U, Odi Junaedi, membenarkan adanya  pembuatan puisi yang sekarang ini tertata rapi di lemari Sekretariat BEM-U. Kegiatan ini niatnya akan mulai jalankan di bulan November sampai Januari. Ia menargetkan bulan Februari sudah melakukan penerbitan dan dari Kementrian Dalam Negeri menginginkan puisi yang telah disortir akan diikutsertakan dalam  perlombaan puisi pada tingkat regional.   Dalam pelaksanaannya, Kemendagri juga meminta bantuan secara teknis dari beberapa lembaga demi dapat mensukseskan kegiatan tersebut.
“Konsep telah tersusun rapi. Dalam pelaksanaanya nanti, kami juga akan mengikut sertakan para Sastrawan Banyumas, untuk dapat memberikan karyanya yang nantinya akan disandingkan bersama karya mahasiswa, dan diterbitkan secara bersama. Untuk saat ini, kegiatan ini masih menjadi PR bagi kami. Setelah ini, Kemendagri akan mulai mengumpulkan panitia dari berbagai lembaga untuk membahas segala keperluan kegiatan. Harapannya, tak menunggu waktu lama lagi, produk dari karya para teman-teman mahasiswa kita dapat segera diterbitkan,” ucapnya kepada awak Bhaskara. (AR/Bhas).