(Ilustrasi:Divisi Kreatif Bhaskara/Heri)

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau yang dikenal dengan PKKMB pada umumnya dilaksanakan di setiap Universitas guna menjadi ajang pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dalam kampusnya. Tak hanya itu, adanya PKKMB menjadi salah satu jembatan yang dapat dilalui mahasiswa baru untuk mengenal rekannya satu sama lain. Selayaknya Universitas lain, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) juga melaksanakan serangkaian kegiatan PKKMB. Namun tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini kegiatan PKKMB terdapat registrasi sebesar Rp. 50.000,- pada setiap mahasiswa.

Adanya registrasi tersebut berlaku bagi mahasiswa baru dan juga bagi mahasiswa lama yang belum mengikuti kegiatan PKKMB pada tahun sebelumnya. Hal tersebut membuat beberapa mahasiswa merasa heran dengan adanya penarikan sejumlah dana dalam kegiatan ospek kampus yang notabenya tidak pernah ada penarikan dana kepada mahasiswa dalam bentuk apapun. Seperti keheranan yang diungkapkan oleh Fira, mahasiswa Teknik Sipil tahun 2018, ia bertanya mengapa adanya penarikan sejumlah uang dalam PKKMB ini.

“Registrasi PKKMB tahun ini berbayar, sebenarnya dana dialokasikan untuk apa? karena dahulu PKKMB saya tidak ada pembayaran,” ungkapnya. Hal tersebut pantas saja menjadi sebuah tanda tanya besar bagi mahasiswa UMP. Baginya, adanya penarikan sejumlah uang dalam kegiatan PKKMB terasa kurang pantas, seperti yang diungkapkannya.

“Menurut saya aneh jika kegiatan resmi PKKMB ini dipungut biaya, terkecuali ada transparansi dana dialokasikan untuk apa saja,” tambahnya.

Selaras dengan hal tersebut, Syerline mahasiswa baru Fakultas Farmasi juga merasakan hal yang sama. Ia merasa keberatan dengan adanya registrasi berbayar ini dan tak hanya itu, adanya perubahan dresscode yang berubah-ubah juga membuat sejumlah mahasiswa baru merasa keberatan karena tidak sedikit mahasiswa baru yang sudah mempersiapkan segala kebutuhan nya, alhasil banyak diantara mahasiswa baru yang membeli alat kelengkapan laiannya, seperti baju, kentongan dan lain sebagainya.

“Menurut saya PKKMB ini benar-benar menghabiskan banyak pengeluaran, dan saya merasa sangat keberatan dengan hal ini mengapa semua kebutuhan harus beli. Memang sebenarnya bisa pinjam dengan teman, tetapi belum tentu yang kita pinjam ada barangnya. Jadi mau tidak mau terpaksa beli,” resahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan keluh kesah yang dirasakannya. “Memang itu semua beli pakai uang orangtua, dan orangtua saya tidak keberatan karena hal ini bersangkutan dengan kebutuhan kuliah, tetapi banyak juga dari orangtua mahasiswa lain yang keberatan dengan hal ini karena tidak semua berasal dari keluarga yang mampu,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan oleh orangtua dari Aulia dalam grup telegram “Saya atas nama orangtua merasa sangat keberatan dengan berbagai seragam yang harus dipakai. Sepertinya kurang pas dengan kampus yang saya kira UMP itu mementingkan pendidikannya bukan pakaiannya.”

Syerlin menyampaikan bahwa tidak adanya penjelasan mengenai hal tersebut. Sejumlah mahasiswa merasa resah ingin bertanya kepada panitia penyelenggara PKKMB namun tidak tersedia ruang bertanya dikarenakan dalam grup WhatsApp hanya admin yang dapat mengirim pesan. Sehingga keluh kesah yang dirasakan mahasiswa baru disampaikan dalam grup telegram MASTA UMP 2022. Hal ini disampaikan juga oleh salah satu anggota dalam grup telegram MASTA UMP 2022.

“Nggih kak aamiin semoga bermanfaat. Dan sekali lagi terimakasih sudah berkenan memberikan tempat untuk berbicara, karena cuma disini mahasiswa baru bisa menyampaikan suatu hal dan bisa disimak sesama mahasiswa baru lainnya. Karena di grup yang bersangkutan kami sebagai mahasiswa baru juga bingung mau menyampaikannya bagaimana,” ungkapnya.

Untuk menjawab semua pertanyaan dan keresahan yang dirasakan baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, kami (dari Bhaskara) mengkonfirmasikan kepada pihak panitia PKKMB. Alih-alih memberikan keterangan, namun sayang seribu kali sayang pihak yang bersangkutan tidak dapat memberikan keterangan. Pada beberapa waktu sebelumnya kami sudah membuat janji untuk bertemu namun pada hari yang dijanjikan tidak dapat memberikan kabar apapun.

Menanggap hal tersebut, Akhmad Darmawan selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Al-Islam Kemuhammadiyahan menyampaikan.

“Sebenarnya kegiatan PKKMB tahun sebelumnya semua diadakan oleh BKA, karena pada saat itu UMP belum terdapat Pesiden BEM yang dapat menaungi berjalannya kegiatan ospek ini. Oleh karena itu tahun ini kami memberikan ruang kepada mahasiswa untuk dapat belajar.” Beliau menyamapaikan bahwasanya tahun ini semua kegiatan PKKMB murni dilakasanakan oleh mahasiswa dan panitia PKKMB. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diadakan oleh pihak BKA.

Beliau menyampaikan bahwa sangat menyayangkan adanya registrasi berbayar yang dilakukan dalama pelaksanakan PKKMB ini.

“Kami dari pihak kampus akan senantiasa memfasilitasi semua kebutuhan yang dibutuhkan dalam seluruh kegiatan kampus yang diselenggarakan. Berkaitan dengan adanya registrasi berbayar dalam PKKMB ini kami sangat menyayangkan.” Ungkap beliau pada saat kami temui pada (23/08)

Tak hanya itu, beliau berharap kepada seluruh panitia PKKMB untuk dapat mempertanggungjawabkan atas kebijakan yang dilakukan. “Saya berpesan kepada pihak panitia PKKMB untuk dapat dipertanggungjawabkan kegiatan yang akan berlangsung ini.” (MHN/Bhas)