“Selamat bertemu” lagi-lagi ia meluap hening sedingin batu

Oleh: Habibi Khimas

Rinduku telah meluap, kekasih. sampai-sampai, asap-asap rindu dijamu pilu.

———-

Aku merajut rindu yang bergeming, kekasih.

Setelah kau hidangkan jarak dibatas fajar,

Ia merajuk.

———-

Kekasih, saat kau kembali.

Bawalah suguhan kata, supaya rindu tak lagi terbata-bata.

———-

Lalu ketika rindu sudah menumpas jarak,

Kekasih.

Jangan lagi kau katakan;

Kata pergi dan berganti.

Sebab waktu dan sepi sudah lelah menemani.

28 des ’19