Merintis

Oleh: Muhammad Lutfi

Bumi pertiwi menangis
Pada kisah kasih harmonis
Yang kian rakyat ketakutan meringis
Atas tumbuhnya kekuasaan kapitalis

Pejabat sibuk membuat undang-undang yang menguntungkan dirinya,
yang merugikan rakyatnya,
yang sibuk menumbuhkan ekonomi keluarganya untuk melupakan ekonomi rakyatnya,
yang sibuk memikirkan balas budi kepada pengusaha, yang sudah membantu penuh atas kemenangan dirinya

Rakyat disuruh hormat
Sedangkan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” belum kami dapat
Rakyat disuruh menghargai
Tapi kami harus cari nasi

Rakyat sedih
Melihat tirani berkuasa dan merampas hak-hak demokrasi
Melihat birokrasi bekerja seenaknya sendiri

Berita Prilly makan di piring melambung
Rakyat bingung, aku makan pake apa?
Sawah sudah digusur untuk membangun jalan tol
Tanah tempat kami menanam kol sudah dieksploitasi.

Sekarang, kalian semua takut
Penyakit kasat mata merenggut nyawa rakyat dan pejabat di kota
Semua kegiatan diberhentikan
Namun, dana bansos yang diberikan buat kami malah kamu makan

Katanya penyakit ini ganas
Tapi kok malah dibuat mainan,
Masih ingat, berapa banyak hak-hak kami yang kau rampas?
Masih belum puas?