Bhaskara.id – Banyumas Culture Festival 2025 digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455. Festival seni dan budaya ini dilaksanakan pada tahun 2026 dan dipusatkan di Taman Hetero Space, Purwokerto, dengan melibatkan para seniman, budayawan, serta generasi muda daerah.
Ketua Pelaksana, Muhammad Ridwan Bungsu, mengatakan kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas sebagai upaya menyediakan ruang ekspresi bagi pelaku seni lokal sekaligus memperkuat eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Festival ini dilatarbelakangi untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Banyumas sekaligus menjadi etalase bagi teman-teman seniman dan budayawan untuk menampilkan karya seni tradisi maupun kreasi yang ada di Banyumas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, festival ini didominasi partisipasi generasi muda dengan rentang usia mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekitar 50 tahun, meskipun jumlah peserta usia senior relatif sedikit. Kondisi tersebut menunjukkan adanya proses regenerasi pelaku seni yang cukup baik serta meningkatnya minat generasi muda terhadap seni dan budaya lokal.
Selain sebagai ruang pertunjukan, festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi seni Banyumas kepada masyarakat luas. Berbagai karya seni yang ditampilkan mencerminkan identitas budaya lokal sekaligus menunjukkan perkembangan kreativitas seniman daerah.
Dari sisi persiapan, panitia telah memulai perencanaan sejak Januari 2025. Persiapan meliputi koordinasi dengan komunitas seni, penyiapan konsep acara, hingga teknis pelaksanaan di lapangan agar kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Konsep festival sendiri lebih menekankan pada fungsi sebagai ruang pamer atau etalase karya seni. Artinya, kegiatan ini berfokus pada penampilan karya seni secara luas kepada publik.
“Karena ini festival, maka sifatnya pameran. Jadi fokusnya menampilkan karya. Namun kami tetap berkomitmen agar seni tradisi bisa mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Banyumas,” katanya.
Menurutnya, seni tradisi tidak hanya penting dalam aspek pelestarian budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya pelaku seni dan industri kreatif daerah.
Ke depan, panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga seluruh rangkaian acara selesai serta dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas.
“Harapan kami acara ini berjalan lancar sampai selesai. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan bisa kita selenggarakan lagi dan semakin berkembang,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya festival ini, diharapkan seni dan budaya Banyumas dapat terus hidup, berkembang, serta semakin dekat dengan generasi muda sebagai penerus pelestarian budaya daerah. (BHAS/LY/MOELS).