Desy Lestari¹, Khabibah Rahfi Aprilia Prastika², Maghfirotun Nida Anindya³, Sutry Ram⁴, dan Wafiq Azizah⁵

¹ UMMADA Cirebon

² Universitas Muhammadiyah Gombong

³ Universitas Muhammadiyah Purwokerto

⁴ UNIM Bone

⁵ UIAD Sinjai

Bhaskara.id – Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 52 melaksanakan program pengabdian di Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada 20–21 Agustus 2026. KKN MAs merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan ilmu sekaligus berkontribusi mengembangkan potensi desa. Salah satu program kerja unggulan kelompok ini berfokus pada pengembangan dan penguatan UMKM melalui pemanfaatan potensi wisata tani Desa Bokor.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi pengenalan wisata tani dan pencatatan keuangan di Balai Desa Bokor, serta pembuatan dan penempatan gazebo di area persawahan sebagai fasilitas pendukung wisata tani. Selain itu, program ini juga mencakup pembuatan video promosi untuk memperkenalkan potensi wisata dan UMKM kepada masyarakat secara lebih luas.

Program ini digagas karena Desa Bokor memiliki potensi wisata tani dan UMKM yang dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam pengembangan fasilitas, peluang usaha, pengelolaan keuangan, dan promosi. Oleh karena itu, mahasiswa KKN MAs melaksanakan program untuk mendukung pengembangan wisata tani sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Bokor.

Sasaran kegiatan sosialisasi ini adalah masyarakat di sekitar Gazebo Dekat Tani, khususnya mereka yang berminat memulai usaha atau mengembangkan potensi usaha tani dan produk lokal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai peluang berwirausaha dengan memanfaatkan keberadaan gazebo sebagai tempat mengembangkan dan memasarkan produk. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan lebih aktif, kreatif, dan mandiri dalam membuka usaha di sekitar gazebo, sehingga potensi usaha tani dan produk lokal dapat berkembang sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pengenalan potensi wisata tani pada 20 Agustus 2026 pukul 15.00–17.30 WIB, dilanjutkan dengan pembangunan gazebo pada 21 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB di area persawahan. Sosialisasi difokuskan pada peluang usaha yang dapat dikembangkan di sekitar gazebo, dilanjutkan dengan pendampingan promosi dan pencatatan keuangan sederhana agar UMKM mampu mengelola peluang usaha di Wisata Tani secara berkelanjutan.

Konsep yang diusung adalah wisata terbuka dan gratis bagi masyarakat, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana pertanian tanpa dikenakan biaya masuk. Untuk mendukung kawasan tersebut, KKN MAs Kelompok 52 menginisiasi pembangunan gazebo sebagai fasilitas wisata sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memasarkan produk UMKM dan hasil tani lokal. Keberadaan gazebo ini diharapkan membuka peluang bagi warga untuk memulai usaha, seperti berjualan makanan, minuman, dan jajanan.