Bhaskara.id – Kamis, 12 Desember 2024 Ormawa KM UMP melaksanakan aksi konsolidasi di depan Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Aksi ini dilakukan dengan tujuan menuntut hak pendanaan bagi lembaga fakultas. Tema yang menjadi tajuk pada demo kali ini adalah “Kampus Elite Ormawa Menjerit”.
Berbagai keresahan telah dirasakan oleh lembaga fakultas seperti DPM, BEM, dan HMPS, karena dalam kurun waktu 1 dekade ini mengalami pencairan dana yang stagnan. Keresahan ini membuat para aktivis lembaga angkat bicara. Dalam aksi ini, Wakil Rektor 3 Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si. Turun langsung ke lapangan untuk menemui para mahasiswa.
Humam dan Reyhan selaku perwakilan DPM Fakultas Teknik dan Sains dan DPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengatakan bahwa alasan adanya aksi demo kali ini adalah bermula dari keresahan para aktivis lembaga DPM, BEM, HMPS terkait pencairan dana kepada lembaga yang kurang. Dana tersebut tidak dapat memberikan fasilitas yang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan minat bakat mahasiswa, salah satu contohnya yaitu pada agenda Liga UMP yang memerlukan biaya sebesar 6 juta untuk biaya pelatihan dan sebagainya.
Menurut informasi, pencairan dana untuk DPM dan HMPS setiap fakultas adalah 3 juta dan BEM sebesar 5 juta. Tentu pendanaan tersebut tidak mencukupi fasilitas penunjang minat bakat para mahasiswa, selain itu dari pihak kampus juga kurang transparan terkait pendanaan yang dimiliki oleh Kampus. Biaya pendaftaran Fakultas paling tinggi di UMP adalah 14 juta, tetapi pendanaan yang diberikan kepada lembaga hanya sekitar 3 juta.
Hasil konsolidasi dari para lembaga, mereka meminta penaikan pendanaan 3 kali lipat dari dana awal yang diberikan kepada lembaga. Melihat kampus-kampus disekitar UMP yang mendapatkan pendanaan yang cukup.
“Dari pihak Birokrasi akan bernegosiasi dengan para aktivis lembaga untuk menunjang kegiatan Ormawa, tetapi dari kami tetap pada prinsip bahwa pendanaan kita ajukan 3 kali lipat”, tegas Reyhan.
Negosiasi dilakukan oleh Wakil Rektor 2 dan Wakil Rektor 3 dengan para mahasiswa. Hasil dari aksi tersebut, pihak rektor akan mengupayakan untuk menyetujui kenaikan dana lembaga dari tiap tiap organisasi. Tiap organisasi juga telah menyampaikan keresahan mereka. “Harapannya dengan adanya aksi ini dana kita bisa turun seperti yang kita harapkan guna menunjang kegiatan organisasi”, tambah Reyhan.
Yoga, Presiden BEM Fakultas Pertanian dan Perikanan mengungkapkan rasa bersyukur karena aksi ini mendapat respon positif dari pihak kampus. “Alhamdulillah demo ini mendapat respon positif dari pihak kampus, selain pendanaan kita juga membahas tentang sarana dan prasarana. Alhamdulillah beliau menghendaki adanya penaikan dana, walaupun belum ada keputusan, tetapi akan ditindak sesegera mungkin serta akan kami siapkan dokumen-dokumen yang memang dibutuhkan untuk menunjang hal itu” Ucap Yoga.
Langkah selanjutnya setelah di kumpulkan dokumen dan surat yang dibutuhkan, pastinya akan ada perkumpulan dengan pihak rektorat dan presiden-presiden lembaga DPM maupun BEM dan HMPS untuk mengawal penaikan pendanaan ini.
Humam menyampaikan bahwa dari para lembaga fakultas berharap pihak kampus membuat kebijakan terkait penaikan dana yang diberikan kepada lembaga. Jadi ketika organisasi-organisasi mengikuti kegiatan nasional, dana yang ada sudah mencukupi. Kegiatan yang dilakukan lembaga-lembaga juga termasuk untuk meningkatkan akreditasi kampus.
Selain itu harapan dari para aktivis lembaga untuk tidak ada batas dana yang diajukan atau diberikan kepada lembaga jika ada suatu kegiatan sehingga dapat menghasilkan keuntungan tersendiri yaitu menunjang akreditasi kampus UMP, melihat dari lingkup Purwokerto sendiri untuk mengajukan sebuah sponsor maupun media partner untuk kegiatan-kegiatan masih sulit sehingga dana yang dibutuhkan tidak dapat menutupi.