Aliansi Gerakan Reforma Agraria( AGRA) mengadakan pembebasan lahan pertanian dengan di hadiri oleh mahasiswa dan kaum tani Dusun Semaya. (23/9)

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) cabang banyumas mengadakan sebuah aksi membuka lahan atau disebut babat hutan, Minggu(23/9). Aksi ini diikuti oleh aliansi seperti Front Pembela Rakyat (FPR), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) IAIN, Aliansi Masa Pekerja Seni (AMPAS KOPI), Lembaga Pers Mahasiswa, dan juga warga yang tergolong sebagai kaum tani. Pembabatan lahan merupakan salah satu rangkaian yang diadakan oleh AGRA,untuk dikelola oleh masyarakat sebagaimana mestinya.

Menurut ketua AGRA cabang Banyumas, Cendikia mengatakan dengan adanya aksi ini diharapkan tanah yang sedang dibabat mampu meringankan beban kaum tani yang pada saat ini masih jadi persoalan. Pembebasan ini dilakukan sebagai gerakan memanfaatkan tanah yang diakuisisi oleh perhutani. Nantinya, lahan tersebut akan ditanamin tumbuhan yang lebih menguntungkan para tani. Karena jika lahan tersebut digunakan untuk penanaman pohon damar dan pinus kurang menguntungkan para tani, akhirnya pihak perhutani saja yang diuntungkan.

Cen juga menambahkan dengan dibukanya lahan tersebut hanya sebagai langkah awal saja,masih banyak proses yang akan dilakukan kedepannya.

Azka, selaku perwakilan dari AMPAS KOPI mengatakan bahwa langkah yang dilakukan kawan-kawan AGRA sangat konkrit dengan melakukan pembukaan lahan kolektif, dimana petani-petani yang ada dipinggir hutan ini tidak bisa mengakses lahan-lahan yang dikelola perhutani. “Pembukaan lahan kolektif ini sebagai upaya penanganan kemiskinan. Jadi tetap semangat untuk membangun lahan kolektif demi memajukan kaum petani. Karena pada nyatanya,sebanyak 70% masyarakat miskin di Jawa penyumbang terbesarnya adalah tani hutan. ” tutur Azka.

Ketua karang taruna Dusun Semaya, Ranto juga merasa bahwa kegiatan ini menjadi awal untuk menuju petani yang sejahtera dan harapannya lahan ini bisa menjadi berkah untuk petani.

Peran mahasiswa disini juga diharapkan agar ikut serta dalam membela kaum petani yang jauh dari sejahtera serta belum mendapat perhatian dari pemerintah. Naufal selaku perwakilan dari FMN menuturkan agar mahasiswa tidak berdiam diri dikampus atau di kos-kosan saja, diharapkan ikut bergerak dalam menyuarakan kaum petani dan juga persoalan-persoalan lainnya yang terjadi dimasyarakat.

“Kita dari FMN akan terus bersolidaritas dengan terus mendukung pembangunan lahan kolektif, dan jika ada pihak yang menentang upaya pembangunan lahan kolektif kami akan terus bersolidaritas”tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Purwokerto IAIN juga siap mendukung dan berpartisipasi untuk memajukan kesejahteraan tani dan Lembaga Pers Mahasiswa selaku media mahasiswa juga ikut serta dan mendukung dalam mengembangkan lahan kolektif. (AA/Bhaskara.id)