Bhaskara.id – Kegiatan lapak baca yang dikolaborasikan dengan layanan cek kesehatan gratis digelar sebagai upaya menghidupkan kembali gerakan literasi di ruang publik. Selain menghadirkan buku bacaan terbuka dan pemeriksaan kesehatan sederhana secara cuma-cuma, kegiatan ini juga dihadiri lebih dari 50 pengunjung.
Elga Ramadhani, yang akrab disapa Elga, hadir sebagai kontributor dalam kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan HM untuk menghadirkan layanan kesehatan di tengah kegiatan literasi.
“Di sini kita sebagai kontributor, lagi kolaborasi dengan Lapak Baca UMP,” ujar Elga.
Dalam kolaborasi tersebut, timnya menyediakan layanan cek kesehatan berupa pemeriksaan gula darah dan tensi bagi masyarakat yang datang ke lokasi lapak.
“Dari kita ada cek kesehatan berupa cek gula darah sama tensi,” jelasnya.
Menurut Elga, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka sekaligus membangun kedekatan antara komunitas dan warga.
“Kalau dari cek kesehatan ini, tentunya supaya kita lebih care dan lebih dekat sama masyarakat. Jadi masyarakat juga bisa tahu kondisi kesehatannya,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi literasi, ia berharap lapak baca dapat menumbuhkan semangat membaca di tengah masyarakat.
“Kalau dari lapak bacanya sendiri, supaya masyarakat lebih gemar membaca,” tambah Elga.
Di sisi lain, Dilan sebagai partisipan yang turut terlibat dalam penyelenggaraan lapak baca menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan perpustakaan jalanan yang sebelumnya sudah rutin dilakukan.
“Dulu kita rutin melapak di Purbalingga, tepatnya setiap malam Minggu di alun-alun. Tapi setelah pandemi sempat vakum,” jelas Dilan.
Ia menuturkan bahwa sempat ada rekan-rekan dari UIN yang kembali mengaktifkan kegiatan tersebut, namun belakangan kembali tidak berjalan. Momentum kolaborasi kali ini, menurutnya, menjadi titik awal untuk kembali menghidupkan gerakan tersebut.
“Momen ini juga jadi upaya supaya kita bisa kembali aktif melapak,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi beberapa komunitas. Dilan menyebut, pihaknya menggandeng Perpustakaan Jalanan Purbalingga, Liberaly Street dari UIN, Paramedis Jalanan, Lapak Baca UMP, serta komunitas lain yang memiliki visi serupa.
“Untuk kolaborasinya, kita mengajak Perpustakaan Jalanan Purbalingga, Liberaly Street dari UIN, Paramedis Jalanan, Lapak Baca UMP, dan teman-teman komunitas lainnya,” terangnya.
Menurut Dilan, kehadiran perpustakaan jalanan menjadi alternatif agar buku lebih dekat dengan masyarakat tanpa sekat formal.
“Akhirnya muncul gerakan seperti perpustakaan jalanan, supaya buku bisa lebih dekat dan mudah dijangkau,” tambahnya.
Ke depan, ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada momen kolaborasi semata, melainkan dapat menjadi agenda rutin yang digelar secara bergilir di berbagai wilayah.
“Harapannya bisa jadi rutin. Misalnya bulan ini di Purbalingga, bulan berikutnya di Purwokerto, jadi bergantian. Pengennya sebulan sekali,” ungkap Dilan.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang temu yang mempererat jejaring antar komunitas sekaligus membuka ruang literasi yang lebih inklusif bagi masyarakat luas. (LY/BHAS).