Bhaskara.id – Pada Jumat, 23 Februari 2024 Universitas Muhammaadiyah Purwokerto bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia berhasil mengadakan Pasar Malam yang dilaksanakan di Kampus I UMP yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat di sekitar UMP untuk pembayaran non tunai atau cashless. Acara Pasar Malam yang dilaksanakan pertama kali di lingkungan kampus akan berlangung selama 3 hari berturut-turut hingga 25 Februari 2024.
Melalui Pasar Malam BRI pengunjung dapat menikmati berbagai wahana permainan, stand makanan UMKM, serta live music cukup membayar lima ribu rupiah per tiketnya. Selain itu, pengunjung juga dapat membayar tiket melalui Qris sebagai salah satu tujuan diadakannya acara ini.
Selain itu, antusiasme pengunjung tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa UMP saja namun masyarakat umum yang juga turut menjadi target pengunjung Pasar Malam UMP bersama dengan BRI. Hal ini dibuktikan dengan prakiraan pengunjung yang mencapai 13.000 pengunjung.
Tarno, salah satu peserta UMKM yang ikut berdagang di Pasar Malam UMP bersama BRI mengungkapkan rasa syukurnya karena dengan acara ini omset penjualannya naik dibandingkan hari biasa. “Alhamdulillah, menguntungkan banget bisa nambah rejeki. Terimakasih, sudah mengumpulkan pedagang-pedagang di UMP. Semoga ada acara seperti ini lagi,” jelasnya.
Walaupun disambut dengan baik, beberapa pengunjung menyampaikan rasa kecewa terhadap penggadaan Pasar Malam ini. Atuk salah satu pengunjung yang merupakan masyarakat umum, mengeluhkan adanya war tiket yang diadakan beberapa hari sebelum acara dimulai. “Ekspetasi kita dengan adanya War Tiket akan dipermudah ya, ternyata saat sampai di lokasi malah sulit. Kita udah begadang war tiket saat sampai dilokasi ngantrinya panjang dan loketnya kurang mba, cuman satu. Jadi pengunjung lebih suka beli tiket langsung ditempat. Jadi war tiket ga ada fungsinya gitu, kalau sudah ikut war tiket harusnya dipermudah,” ujarnya.
Menurut Farah salah satu mahasiswi UMP yang juga mengeluhkan sistem pembayaran tiket mengungkapkan adanya pengadaan war tiket kurang efektif. “Kemarin sempet war cuman ga dapet, menurut aku untuk pembagian tiket itu kurang efektif. Kalo balon udara dulu kan dikirim langsung ke WA, kalo ini harus nyari sendiri di google drive. Ini kurang efektif karena saat aku cari semua judulnya sama jadi harus bukain satu persatu nyari nama kita,” ujarnya.
Sementara itu, Assoc.Prof Jebul Suroso dalam sambutannya pada malam hari kemarin mengungkapkan acara ini diadakan tak hanya untuk menciptakan lingkungan kampus yang dinamis melainkan membantu masyarakat yang ada di sekitar UMP dengan dengan menjual sembako murah yang dapat dibeli secara cashless. “Saya tau teman-teman sekalian sedang susah mendapatkan beras, harga tinggi, kita syukuri mudah-mudahan ini berkah bagi petani, tetapi UMP memandang ini supaya kita bisa meringankan beban teman-teman. Kami siapkan beras yang kami jual dengan cara cashless. Besok bekerjasama dengan BRI akan jualan minyak goreng dengan metode pembayaran cashless.” (MBT/AHN/MNA/BHAS)