Sumber: KPU KM UMP 2021
Pengambilan nomor urut pasangan calon bertempat di A.K Anshori pada Senin, 19 Juli 2021.

Bhaskara.id – Rangkaian pesta demokrasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah dimulai. Setelah 2 tahun lamanya, tepatnya pada tanggal 28 s.d. 30 Juli 2021 mendatang, Pemilu Mahasiswa (Pemilwa) KM UMP kembali dilaksanakan. Berbeda dengan Pemilwa sebelumnya, pada pemilihan kali ini, hanya ada satu pasangan calon presiden dan wakil presiden UMP yang lolos tahap verifikasi berkas oleh KPU-M UMP, yaitu Ilyas Rosyid Firdausi sebagai calon presiden dan Salma Fathina Hanin sebagai wakilnya dan mereka mendapat nomor urut 2. Di sisi lain, nantinya pasangan calon nomor 2 akan melawan kotak kosong.

Ilyas Rosyid Firdausi yang sering disapa Ilyas merupakan calon Presiden Mahasiswa UMP yang akan dipilih mendatang. Ia merupakan seorang mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2017 yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.

Ilyas mencalonkan diri dengan alasan agar dapat memperbaiki kondisi pergerakan mahasiswa, mengembangkan minat dan bakatnya di bidang keorganisasian, serta memperluas jaringan/relasi ke depan untuk generasi UMP berikutnya.

Harapan Ilyas ketika ia menjadi Presiden Mahasiswa UMP adalah adanya perubahan menuju kebaikan dari program kerja, keputusan-keputusan yang diambil, motivasi dalam bergerak, dan sebagainya. “Satu hal yang saya ingin lakukan ketika saya menjadi presiden mahasiswa yaitu mengadvokasikan seluruh keluh kesah mahasiswa,” tutur Ilyas untuk menjawab pertanyaan hal yang ingin dilakukan ketika terpilih menjadi Presiden Mahasiswa UMP.

Ilyas juga berpesan kepada mahasiswa UMP, fungsi dari sebuah kepemimpinan ialah membuat progresivitas dan perkembangan sosial yang baik. Dengan adanya kepemimpinan tersebut, dapat melahirkan, mendidik, dan menciptakan sebuah generasi untuk masa depan.

Adapun visi yang diusung Ilyas dan Hanin ialah “Mengusahakan terwujudnya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai lembaga yang aktif, adaptif, dan progresif dalam menciptakan harmonisasi dan integritas KM UMP”.

Visi dan misi yang akan diusung oleh pasangan calon nomor 2 didapatkan berdasarkan hasil keputusan dari analisis kelemahan atau kebutuhan oleh mahasiswa UMP. “Sebenarnya lebih ke perbaikan sistem aja dan perbaikan gimana caranya menciptakan ketiadaan kekosongan, kita tuh harus ngapain gitu,” kata Ilyas mengenai visi dan misinya nanti.

Ilyas menambahkan, “Untuk bagaimana cara mengaplikasikannya, kalo misal langsung dijelaskan dalam bentuk proker itu mungkin belum bisa karena proker itu menyesuaikan,” katanya.

Tentunya Ilyas tidak sendiri, ia ditemani oleh Salma Fathina Hanin sebagai wakilnya. Ilyas mengatakan jika ia tidak memiliki alasan khusus dalam memilih wakilnya tersebut. “Dari sekian orang yang saya temui, yang saya rasa sanggup membersamai saya dalam kepemimpinan di BEM itu Hanin karena dari kualifikasi, histori perjalanan organisasinya, dan prestasinya,” tutur Ilyas.

Calon Wakil Presiden Mahasiswa UMP 2021, Salma Fathina Hanin atau kerap disapa Hanin, merupakan seorang mahasiswi semester 7 pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris. “Suatu kaum tidak akan berubah karena mereka tidak mengubahnya sendiri atau mereka tidak ada perubahan yang dimulai dari diri mereka sendiri,” tuturnya mengenai pencalonan diri sebagai wakil presiden mahasiswa.

Hanin menjelaskan alasan dirinya mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden, “Kedua orang tua merupakan alasan pertama saya mengapa bisa seaktif sekarang ini karena yang pertama orang tua memang mendukung anaknya aktif. Kedua, memang keluarga saya aktivis juga, istilahnya bukan tipikal keluarga yang pendiam,” ucapnya atas semangat yang dijadikan fondasi untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden mahasiswa.

“Yang paling penting adalah bagaimana cara kita membuat suatu lembaga yang memiliki keakraban kekeluargaan yang mana saya ingin suatu lembaga bukan hanya formalitas menjalankan proker saja, tapi bagaimana sebuah lembaga tersebut bisa menghasilkan keluarga,” tuturnya mengenai hambatan terbesar dalam mengikuti kelembagaan.

Di akhir wawancara, Hanin berharap agar tidak ada lagi kekosongan bangku di KM UMP. Selain itu, ia memiliki keinginan untuk menjadikan UMP lebih terkendali dari tatanan internal dan eksternal dengan adanya pemilihan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa UMP 2021. (MR/AS/Bhas)