Perlunya Pengoptimalisasian Kinerja pada Pelayanan UMP
Bhaskara – Pelayanan administrasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tengah menjadi sorotan dalam kinerjanya. Pasalnya, kinerja pelayanan UMP, khususnya dalam penggunaan dan peminjaman gedung, masih mendapat keluhan dari mahasiswa. Mulai dari beberapa ruangan yang tak diperbolehkan digunakan, sampai pembatalan peminjaman secara sepihak yang berujung terhambatnya kegiatan mahasiswa, kamis(15/12/2016).
Seperti aksi kritik yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UMP, dengan menyegel gedung serba guna pada kamis lalu(8/12/2016). Aksi ini terjadi dikarenakan pembatalan peminjaman ruangan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni. BEM KM UMP yang telah melakukan komunikasi dan telah mendapatkan perizininan penggunaan ruangan, harus menelan kekecewaan setelah mengetahui ruanganyang akan digunakannya malah digunakan rapatlebih dahulu oleh Student Training Center.
Presiden BEM UMP, Odi Junaedi menuturkan, Penyegelan adalah bentuk sikap kritik terhadap universitas yang membatalkan peminjaman secara sepihak. “Padahal ruangan akan dipergunakan untuk rapat forum Gubernur BEM KM UMP. Gubernur BEM dari setiap Fakultas, merupakan bentuk representasi dari mahasiswa disetiap fakultasnya. Jangan sampai penggunanaan fasilitas khususnya ruangan bagi mahasiswa dipersulit,” katanya kepada awak Bhaskara.
Ia juga menambahkan, Aksi penyegelan merupakan wujud cinta kita terhadap kampus untuk adanya pembenahan. “Aksi ini juga didasari dengan banyaknya keluhandari mahasiswa yang mengalami permasalahan dalam peminjaman gedung,” ujarnya. Ia juga berharap, dengan pernyataan sikapyang tegas ini, pelayanan kampus UMP dapat diperbaiki secara kompreherensif,agar nantinya semua mahasiswa dapat menggunakan seluruh ruangan, serta dipermudah dalam proses peminjamannya.
Wisnu Alam Darmawan mahasiswa program studi Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang juga demisioner Ketua Umum Teater Perisai mengatakan, dalam pelayanannya, seharusnya fasilitas kampus dapat digunakan seluruhnya. Apalagi jika melihat banyaknya fasilitas yang ada sekarang, masih banyak fasilitas yang belum dipergunakan secara maksimal. Hal ini tentunya yang menjadi hambatan bagi kita untuk melakukan kegiatan.
“Prosedur peminjaman yang sulit, sampai tak diperbolehkannya meminjam ruangan adalah masalah klasik yang ada di kampus kita. Harapannya, perlu ada pengoptimalan pelayan terhadap mahasiswa agar dapat meminjam seluruh ruagan dengan mudah,” imbuhnya.
Sedangkan menurut Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum , Drs. Joko Purwanto, MSi, Sebagai mahasiswa hendaknya memiliki aspek rasa syukur dalam menggunakan prasarana yang ada. “Rasa syukur itu perlu dibangun dikalangan mahasiswa. Karena membangun Perguruan Tinggi itu tidak mudah. UMP berdiri dan berkembang dengan potensi lokal hinggga dapat berdiri sebesar ini,” katanya.
“Adanya permasalahan seputar peminjaman ruangan dan pelayanan adalah dampak dari dinamika kemajuan dari UMP sendiri. Keterbatasan wilayah kerja menjadi hal yang wajar saat melihat jumlah mahasiswa UMP saat ini,” kata Joko, saat ditemui di ruangannya. Ia menuturkan, dinamika dalam kemajuan sebuah proses pasti akan terjadi. Solusi dari adanya dinamika tersebut adalah dengan berkomunikasi tanpa memaksakan kehendak.
Ia menambahkan, permasalahan seperti sebenarnya mudah ditemukan jalan keluarnya. “Dinamika UMP semakin maju, permasalahan bertambah, tentunya solusinya adalah dengan membangun komunikasi yang baik. Selama tidak memaksakan kehendak, tentunya kita dapat mengembangkan universitas dengan baik,” ujarnya.
“Seluruh ruangan sebenarnya dapat dipergunakan untuk kegiatan mahasiswa. Apalagi sekarang sudah dapat mem-boking tempat secara online. Sekarang tinggal memulai membangun komunikasi agar nantinya mahasiswa dapat menggunakan ruangan sesuai dengan kegiatannya,” katanya. (DK/Bhas)
