Ilustrator: Divisi Kreatif


Oleh: Masrofah

Bhaskara.id – Pada bulan Februari lalu, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) telah membuka program beasiswa bagi mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Terdapat 3 jenis beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa, yaitu beasiswa PPA Dikti, beasiswa PPA UMP dan beasiswa BBM.

Kriteria dari ketiga jenis beasiswa tersebut juga berbeda. Perbedaan yang paling mencolok berasal dari sumber beasiswa beserta syaratnya. Beasiswa PPA UMP dan beasiswa BBM diselenggarakan oleh UMP langsung, yang mana beasiswa BBM lebih spesifik diperuntukan bagi mahasiswa yang kurang mampu secara finansial. Sedangkan beasiswa dikti diselenggarakan oleh Kemenristekdikti melalui UMP.

Diselenggarakannya beasiswa saat ini bagaikan angin sejuk di tengah pandemi. Satu harapan baru bagi mahasiswa untuk bisa meringankan beban keluarga atas dampak Covid-19 terhadap perekonomian.

Sayangnya, harapan yang diberikan hanyalah sebuah kabar gembira sesaat. Diketahui bahwa Kemenristekdikti telah menghapus penyelenggaraan beasiswa tersebut. Tanpa pemberitahuan dari awal, UMP memberikan pengumuman secara mendadak.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui grup whatsapp mahasiswa yang lolos dalam seleksi beasiswa. Tanpa adanya pengumuman sebelumnya, baik melalui website maupun akun media sosial, BKA terlebih dahulu membuat grup whatsapp yang berisi 112 mahasiswa, termasuk admin BKA, guna membahas kelanjutan beasiswa tersebut.

Awalnya semua ini hanyalah kabar burung yang beredar dari mulut ke mulut. Namun kian ramai diperbincangkan terutama oleh mahasiswa yang tidak masuk dalam grup whatsapp tersebut.

Selang beberapa hari, BKA membuat pengumuman melalui instagram resmi yang berisi penghapusan beasiswa Dikti. Kekhawatiran mahasiswa terkait beredarnya informasi simpang siur terjawab sudah, namun bukan dengan kabar yang diharapkan. BKA membenarkan adanya penghapusan beasiswa Dikti. Untuk itu BKA mengambil tindakan berupa pengalihan beasiswa. Yaitu dalam bentuk bantuan SPP.

Pengumuman dari BKA sontak mematahkan puingan asa, untuk kita yang hanya berharap kepada seleksi beasiswa ini. Seharusnya BKA sudah sedari awal berkordinasi dengan Kemenristekdikti sehingga mahasiswa bisa mengetahui perubahan penyelenggaraan beasiswa.

Selain tiga jenis beasiswa yang diselenggarakan oleh UMP, ada juga beasiswa BI (Bank Indonesia) yang diperuntukan kepada mahasiwa dengan syarat tersendiri, seperti diutamakan untuk program studi tertentu juga mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Yang pada akhirnya peserta beasiswa ini diambil dari pendaftar terbaik beasiswa Dikti, PPA UMP dan BBM karena kuota pendaftar yang belum memenuhi. Hal ini pun menjadi tanda tanya di kalangan mahasiswa pendaftar, terlalu banyak pengalihan jenis beasiswa.

Dalam akun instagramnya, BKA menyebutkan penerimaan beasiswa diambil dari pendaftar terbaik dari seluruh pendaftar beasiswa. Baik Dikti, PPA UMP maupun BBM.

Tak butuh waktu lama, BKA kemudian mengeluarkan informasi yang menyatakan bahwa pengumuman beasiswa PPA dan BBM ditunda, karena masih dalam proses seleksi.

Hal ini menjadi kontradiksi, karena sebelumnya BKA telah mengumumkan mahasiswa yang lolos dari keseluruhan jenis beasiswa, melalui grup whatsapp yang dibuatnya.

Seperti apa sejatinya kriteria penerima beasiswa itu. BKA hanya menyebutkan tentang pendaftar terbaik. Namun tidak ada penjelasan yang persis, mengenai bagaimana penjaringan beasiswa ini. Mahasiswa juga tidak tau berapa kuota yang disediakan oleh BKA dalam penerimaan beasiswa. Padahal pendaftar beasiswa UMP cukup banyak. Artinya banyak mahasiswa yang memang berharap dengan beasiswa tersebut.

Selain itu, peserta yang sudah tergabung grup whatsapp calon penerima beasiswa juga diberi persyaratan lain berupa pengisian surat pernyataan tidak mampu. Syarat baru ini membuat seolah UMP telah mengalihkan beasiswa ke jenis BBM.

Pendaftar beasiswa mengeluhkan kurangnya informasi mengenai peniadaan beasiswa dikti dan tindakan pengalihan beasiswa yang kurang dijelaskan secara spesifik, bagaimana kriteria “pendaftar terbaik” itu sendiri. Juga, mahasiswa belum tahu mengapa saat sudah ada pengumuman lewat grup whatsapp lalu dijelaskan kembali jika pengumuman PPA dan BBM ditunda.