Telah berlangsung Liga UMP yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Pertandingan sudah dimulai pada tanggal 18 November – 21 Desember 2019 dengan mengusung tema “Glory In Unity”, yang artinya kemenangan dalam persatuan. Terdapat 8 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dalam liga tahun ini, antara lain: Sepak Bola, Futsal, Basket, Voli, Bulutangkis, Tenis Meja, Catur, Sepak Takraw.

Liga UMP 2019 diikuti oleh seluruh fakultas yang ada di UMP. Terdapat perbedaan antara Liga UMP tahun ini dengan tahun kemarin yaitu dari segi persyaratan peserta. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini semua mahasiswa aktif diperbolehkan mengikuti pertandingan, sehingga tidak terbatas pada semester tertentu saja, bahkan mahasiswa pascasarjana-pun juga diperbolehkan mengikuti pertandingan.

“Salah satu alasan kenapa tidak ada pembatasan semester pada liga tahun ini, karena kami ingin memfasilitasi semua mahasiswa agar bisa menunjukan minat dan bakat mereka. Kasihan jika ternyata ada banyak yang memiliki bakat tetapi malah kami membatasi mereka, syarat yang paling penting adalah mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa aktif  UMP,” ujar Farikh Hariadi Berbudi Kurniadi selaku Ketua Panitia Liga UMP 2019.

Perbedaan ligat tahun ini juga terletak pada tempat pertandingan, jika tahun lalu Liga UMP dilaksanakan di kampus 1, kampus 2 dan SMK CBM Purwokerto, tahun ini pertandingan tersebut diadakan di UMP kampus 1 dan 2, serta di Gor Satria Purwokerto.

Hal tersebut juga mendapat respon positif dari salah satu peserta cabang olahraga Voli, Dwi menyatakan bahwa dirinya merasa nyaman akan fasilitas yang digunakan untuk pertandingan,  terutama cabang olahraga voli untuk liga tahun ini, yang membuat tim nya mendapat juara 1 pada cabor voli putri.  

Farikh juga mengapresiasi teman-teman tiap fakultas yang rela menggalang dana untuk para atletnya, agar mereka dapat bertanding. “Banyak dari teman-teman mengadakan iuran sendiri maupun perkelas untuk meringankan uang pendaftara bagi atlenya. Dan untuk uang pendaftaran, sebenarnya juga bakal balik lagi ke teman-teman, seperti untuk menyewa tempat yang lebih memadai, persediaan perlengkapan, dan konsumsi para atlet.” Ujar Farikh.

Indri, salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang meraih  Juara 1 pada cabang olahraga basket juga mengapresiasi panitia yang bertugas, ia mengakui tempat yang digunakan untuk liga tahun ini lebih baik. Apalagi dengan adanya kenaikan jumlah peserta lomba, yang menurutnya dapat menambah pengalaman dalam bertanding.

Indri juga mengutarakan harapannya kepada teman-teman fakultas agar berpartisipasi, “Untuk teman-teman fakultas, jika ada acara perlombaan, lebih baik ikut. Walaupun awalnya tidak bisa setidaknya dengan ikut bertanding kalian jadi tahu cara bermain basket itu seperti apa. Siapa tahu ternyata kalian memiliki bakat yang belum kalian sadari. Dan buat teman-teman yang hendak mengembangkan potensi kalian di tingkat Universitas, silahkan gabung latihan bersama kami di UKM Olahraga, jangan malu untuk ikut gabung, jangan merasa diri kalian belum mampu, kita bakal belajar bareng-bareng. Dan semoga dengan adanya lomba ini, bisa menunjukan bakat teman-teman yang selama ini belum terlihat oleh banyak orang.”

Sultan, selaku peraih juara 2 cabang olahraga voli juga mengeluhkan hal yang sama, supaya teman-temannya juga bisa ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini, karena dia mengakui bahwa saat final, dia merasa kelelahan dan pusing, bahkan dirinya harus menggunakan oksigen sebanyak 2 kali. Ketika dalam keadaan seperti itu, justru tidak ada penggantinya, tetapi demi nama fakultas dan teman-teman fakultasnya, dia tetap berusaha kuat dan akhirnya dapat berhasil mendapatkan juara kedua.

Salah satu hambatan yang panitia rasakan ialah waktu, dikarenakan saat ini banyak tempat/venue cabang olahraga yang berada di luar UMP, sehingga menyebabkan Liga UMP tahun ini berlangsung lebih lama, belum lagi yang pada saat itu juga bertepatan dengan liga Hizbul Wathon. Dan hambatan lainnya seperti dana kemahasiswaan, dia berharap agar dana kemahasiswaan agar lebih dipermudah lagi untuk tahap pencairannya, karena hal ini juga berkaitan dengan penyelenggaraan lomba agar tidak terhambat. Tetapi Farikh, juga mengapresiasi pihak Kampus, karena seluruh pengajuan perlengkapan yang dibutuhkan oleh panitia dipenuhi dengan mudah dan cepat, bahkan ketika pembukaan Liga UMP 2019, Wakil Rektor 3, Akhmad Darmawan menghadiri upcara pembukaan yang dilaksanakan pada 18 November 2019.

“Semoga dengan adanya Liga UMP 2019 bisa menjalin silaturahmi antar fakultas, dan bisa lebih mengakrabkan antara temen-temen fakultas yang satu dengan yang lainnya. Terutama di Liga ini juga menjadi kesempatan untuk kami, melihat bibit-bibit baru untuk kemudian maju mengikuti perlombaan di Rektor  Cup UMP 2020, kami akan menyeleksi atlet-atlet yang dirasa bagus, untuk kemudian dapat bergabung TIMNAS UMP,” ungkap Farikh.

Hingga Kamis, 19 Desember 2019, Fakultas Ekonomi Bisnis masih unggul berada di puncak klasemen juara umum, dengan perolehan 4 Gold, dan 2 Silver. Kemudian disusul Fakultas Hukum dengan perolehan 2 Gold dan 1 Silver, kemudian Fakultas Ilmu Kesehatan menempati posisi ketiga, dengan perolehan 1 Gold dan 3 Silver. (RTA/BHAS)