Bhaskara.id – Kalangan Mahasiswa dan Masyarakat sipil menggelar Aksi Kamisan Purwokerto yang ke-42 pada Kamis, 24 April 2025 di Tugu Pembangunan Purwokerto. Massa dengan berpakaian serba hitam menyurakan Aksi menuntut penyelesaian HAM untuk keadilan Bangsa dan Negara.
Dalam Aksi tersebut, orasi dan protes disuarakan lantang melalui spanduk-spanduk bertuliskan perlawanan. Mereka mengecam narasi kekuasaan yang dibangun oleh kepemimpinan Presiden sekarang yang dipenuhi simbol-simbol manipulatif “Omon-Omon” atau berarti omong kosong.
Peserta aksi menilai bahwa kebijakan Nasional saat ini minim keberpihakan pada rakyat kecil. Lebih dari itu, mereka mengkritik kembalinya aktor-aktor Militeristik dalam politik sipir, dan glorifikasi terhadap pelanggar HAM suatu bentuk kemunduran demokrasi.
Rakyan, Ketua Aksi Kamisan Purwokerto menerangkan bahwa Soeharto bukan pahlawan. “Soeharto bukan pahlawan, melainkan aktor utama dalam sejarah Pelanggaran dan Pembungkaman HAM” ujarnya.
Rakyan juga menyampaikan pesan bahwasanya negara harus berani menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM dari tahun 65 sampai 98 hingga sekarang. “Jangan biarkan Sejarah dihapus demi kepentingan politik sesaat. Rezim saat ini harus membuka mata, jangan semena-mena dalam kebijakan, dan berhenti menutup telinga dari suara Masyarakat kecil,” tambahnya.
Aksi Kamisan di Tugu Pembangunan Purwokerto berakhir menjelang petang dengan situasi yang tertib dan tidak menimbulkan kemacetan pada lalu lintas, setelah para peserta secara bergantian menyampaikan orasi sebagai bagian dari ekspresi publik yang terus menyuarakan aspirasi. (HAP/BHAS)