Nampak sebagian tata ruang UMP dengan beberapa pohon disekitar gedung ekonomi, teknik, dan kedokteran.
Foto : Desti Dwi Saputri
Kondisi Ruang Terbuka Hijau di Universitas Muhammadiyah Purwokerto tepatnya di kampus 1 saat ini hanya tersisa 18,9% atau 8.190 m2 dari luas lahan 43.341 m2 atau 4,3 hektar. Menurut Undang Undang nomor 26 tahun 2007 tentang tata ruang seharusnya suatu tata lahan mempunyai 30% lahan hijau dan 70% untuk infrastruktur.
Lahan hijau di kampus 1 semakin berkurang, salah satunya disebabkan karena adanya pembangunan lahan parkir baru. Dosen Prodi Teknik Sipil Teguh Marhendi mengatakan bahwa distribusi lahan yang ada dikampus 1 secara sederhana dikatakan jauh dari standar. ”Semakin bertambahnya bangunan infrastruktur membuat lahan untuk resapan air sudah tidak ideal lagi,” katanya. Kurangnya lahan hijau menyebabkan berkurangnya daerah resapan yang bisa membuat limpasan hujan akan semakin tinggi.“Hal seperti itu harus dicek juga, kalau ternyata dengan limpasan yang sedikit tidak ada masalah kemungkinan tanahnya baik permeabilitasnya,” ungkapnya.
Adapun keluhan dari salah satu mahasiswa Agribisnis semester 8, Defrian bahwa suhu udara khususnya kampus 1 masih belum stabil. “kalau masih pagi udara terasa segar tetapi kalo sudah mulai siang kurang segar karena banyak kendaraan yang masuk,” katanya. Selain itu, dia juga mengeluhkan tata letak lahan parkir baru yag berada dibagian depan universitas.
Hal lain yang menjadi masalah juga diungkapkan oleh mahasiswa Agribisnis semester 2, Akhmad Zamzami mengeluhkan adanya penebangan pohon. “Harapannya di tiap fakultas ada pohon walaupun satu atau dua batang,” ungkapnya. Seperti halnya yang dikatakan oleh mahasiswi Fakultas Sastra semester 2, Friska Oktaviani Yashinta bahwa lahan hijau di kampus 1 terasa kurang dan perlu adanya penambahan lahan hijau.
Dekan Fakultas Pertanian, Bambang Nugroho mengatakan bahwa lahan hijau di UMP tidak terlalu buruk. Dengan adanya taman juga merupakan salah satu usaha untuk penghijauan. “Namun disamping itu, penanaman pohon harus dipilih karena kita dibeberapa waktu rawan adanya angin dan yang lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, di UMP khususnya kampus satu memang masih kekurangan lahan hijau, tetapi kita harus memandang dari dua sisi. Sisi pertama bahwa kita membutuhkan infrastruktur, lalu sisi kedua bahwa kita membutuhkan lahan hijau. “Jika hanya memandang dari satu sisi pasti akan bertabrakan. Karena dua duanya saling membutuhkan,” ujarnya.
Bambang memberi solusi untuk kedepannya agar ada perencanaan yang lebih pasti. Disamping itu, kita juga harus memberi perhatian tentang lahan hijau dan membiasakan diri dengan lingkungan serta mengurangi polusi udara. (DDS/Bhaskara)